Showing posts with label TOKOH-TOKOH ALKITAB. Show all posts
Showing posts with label TOKOH-TOKOH ALKITAB. Show all posts

28.2.09

TOKOH2 ALKITAB : BARNABAS

RASUL BARNABAS  Nama kedua Yusuf, penginjil dari zaman Perjanjian Baru (PB) yang sangat penting. Laporan dari Lukas yang mencatatnya dalam Kisah Para Rasul 4:36, menafsirkannya ‘anak penghiburan’, ‘seorang yang menghibur atau menegur’ (bandingkan dengan ‘anak damai’ Lukas 10:6):  * Kisah 4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus WH, iôsêph {YUSUF} de {ADAPUN} o {(yang)} epiklêtheis {DIPANGGIL JUGA} barnabas {BARNABAS} apo {OLEH} tôn{(itu)} apostolôn {RASUL-RASUL} o {YANG} estin {BERARTI} methermêneuomenon {BILA DITERJEMAHKAN} uios {ANAK} paraklêseôs {PENGHIBURAN} leuitês {SEORANG LEWI} kuprios {ORANG SIPRUS} tô genei {MENURUT KELAHIRAN}  BARNABAS, dari kata BAR, yang berarti ‘anak’, dan kata NABAS, mungkin berhubungan dengan kata NEWAHA, Aram, yang berarti ‘perdamaian’ atau ‘penghiburan’.  Lukas tidak bermaksud memberikan etimologi ilmiah, tetapi menunjukkan watak orang itu. Kita menjumpai dia sebagai parekaleidalam Kisah 11:23.  * Kisah 11:23  Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan os {YANG} paragenomenos {TELAH DATANG} kai {DAN} idôn {TELAH MELIHAT} tên charin {ANUGERAH} tou theou {ALLAH} echarê {BERSUKACITA} kai {DAN} parekalei {MENASEHATI} pantas {SEMUA} tê prothesei {(setia)} tês kardias {HATINYA} prosmenein {TETAP} tô kuriô {KEPADA TUHAN}  Seorang pakar sejarah A Deissmann menyamakan nama itu dengan BARNEBOUS (dari bahasa Aram barnebo, putra Nebo) seperti terdapat pada tulisan-tulisan Siria; Tapi Lukas menyatakan bahwa para rasul-lah yang memberikan julukan itu, dan tidaklah mungkin mereka memberikan nama yang menunjuk kepada dewa kafir.  Barnabas berasal dari keluarga imam Yahudi-Siprus, tapi Yohanes Markus dari Yerusalem adalah kemenakannya (Kolose 4:10), dan dia sendiri adalah anggota dari gereja di Yerusalem, yang menjual miliknya (barangkali di Siprus) untuk menjadi milik umum (Kisah 4:36 dab). Klemen dari Aleksandria menyebut dia seorang dari ke-70 (Hipo 7; Stromateis 2.20, 116). Naskah barat mengenai Kisah 1:23 mensejajarkan dengan Yusuf, calon rasul itu. Tapi kemudian Lukas menulis dalam Kisah 4:14 dan Paulus dalam 1 Korintus 9:6 sesuai isinya) menganggap dia adalah seorang rasul. ‘Orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan Iman’ demikian Lukas menulisnya dalam :  * Kisah 11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. oti {SEBAB} ên {IA ADALAH} anêr {ORANG} agathos {BAIK} kai {DAN} plêrês {DIPENUHI} pneumatos {ROH} agiou {KUDUS} kai {DAN} pisteôs {IMAN} kai {MAKA} prosetethê {DIBAWA} ochlos {MASSA} ikanos {LUMAYAN (banyak)} tô kuriô {KEPADA TUHAN}  Paling kurang pada 4 peristiwa kemurahan hatinya, kebijakan rohaninya, dan kehormatan orang kepadanya berdampak positif :  (a) Sewaktu Saulus yang telah bertobat datang ke Yerusalem, tapi orang kristen disana menganggapnya ‘mata-mata’, Barnabas-lah yang memperkenalkan dia kepada ‘tokoh utama’ rasul dan meyakinkan mereka tentang pertobatan dan kesungguhannya :  * Kisah 9:27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.  Bandingkan dengan  * Galatia 1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya  (b) Barnabas-lah yang mewakili para rasul di Antiokhia pada pertama kalinya orang-orang non-Yahudi dalam jumlah besar menerima Injil; orang-orang dari Siprus juga berperan disitu (Kisah 11:19 dab). Gerakan ini dilihatnya sebagai pekerjaan Allah dan sebagai suasana yang tepat bagi Saulus yang telah dilupakan. Ia mendatangkan Saulus untuk ikut bekerja. Waktu mereka datang di Yerusalem dan membawa bantuan bagi orang yang kelaparan, panggilan mereka untuk mengabarkan Injil kepada non-Yahudi diakui (Galatia 2:9). Tetapi Barnabas tidak mampu menandingi petrus: ia kalah terhadap desakan pen-Yahudi-an: ‘bahkah Barnabas’ tidak mau makan bersama non-Yahudi di Antiokhia (Galatia 2:13)  * Galatia 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;  * Galatia 2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.  (c) Jasa besar Barnabas yang ke tiga, menunjukkan, bahwa ia dengan segenap hati menerima orang-orang non-Yahudi karena iman kepada Kristus (bandingkan dengan Kisah 13:46). Perjalanannya dengan Paulus (Kisah pasal 13 dan 14) mulai di tempatnya sendiri, Siprus. Ini mendampakkan adanya suatu mata rantai gereja yang kebanyakan jemaatnya adalah non-Yahudi. Mata rantai itu jauh sampai ke Turki, dan menjadi sasaran tantangan yang hebat dari umat Yahudi.  * Kisah 13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.  Bagi gereja dan Barnamas, hal itu adalah langkah penting. Sampai waktu itu ia adalah pemimpin, Paulus muridnya. Urutan yang selalu dipegang oleh Lukas sampai mereka meninggalkan Siprus adalah ‘Barnabas dan Saulus’. Sesudah itu ia biasa mengatakan ‘Paulus dan Barnabas’ (lihat Kisah 13:43, 46,50; Kisah 15:2, dua kali, 22, 35).  (d) Tapi Barnabas mempunyai tugas penting yang lain. Setelah ia kembali di Antiokhia, ihwal sunat menjadi masalah yang sangat mendesak. Ia dan Paulus ditugasi untuk mempermasalahkan sunat pada Majelis di Yerusalem. Kebijakan mereka dengan gemilang dibernarkan (Kisah 15:1-29). Menarik sekali bahwa Barnabas mendahului Paulus, baik dalam serita tentang kejadian dan perkembangannya (ayat 12) maupun dalam surat Majelis (ayat 25 bandingkan dengan ayat 22); mungkin kata-kata dari perwakilan rasul yang pertama di Antiokhia, adalah lebih berbobot bagi kebanyakan anggota Majelis. Barnabas mendesak untuk mengikutsertakan Markus, yangs ebelumnya meninggalkan mereka, pada perjalanan kedua yang direncanakan. Paulus menolak, dan perjalanan terbagi dua, Barnabas ke Siprus (Kisah 15:26-40).  Kesaksian-kesaksian Paulus kemudian dapat berarti bahwa Markus mendapat manfaat waktu bekerja dibawah kemenakannya. Kerjasama yang erat telah pecah tetapi persahabatannya tidak. ’Kapanpun Paulus menyebut Barnabas, kata-katanya selalu mengandung simpaty dan hormat’. Dalam hal azas dan pekerjaan mereka sama, dan kita tidak tahu betapa banyak Paulus menerima dari Barnabas. Waktu surat 1 Korintus ditulis,Barnabas masih hidup, dan ia seperti Paulus; tetapi tidak seperti banyak rekannya mencari nafkahnya sendiri dan tidak minta dari gereja-gereja (1 Korintus 9:6). Sesudah ini hanya ada tradisi-tradisi yang samar-samar yang menghubungkan dia dengan Roma dan Aleksandria.  Namanya dihubungkan dengan surat yang anonim yang berasal dari Aleksandria, tapi jelas palsu. Surat Ibrani sering disangka dari Barnabas ini, sedikit-sedikitnya sejak zaman tertulianus dan ia dianggap penulis 1 Petrus oleh AC McGiffert (Christianity in the Apostolic Age, 1897 p 593). Namanya muncul dalam daftar martir yang kemudian. Ada pula buku yang disebut Injil Barnabas, adalah dari abad pertengahan (+ antara abad XIII s/d XVI) untuk kepentingan Agama Islam. 


BARNABAS Kis 4:36  ~Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.~ dalam bahasa inggris, barnabas disebut sebagai son of encouragement, yang artinya jauh lebih besar dari sekedar anak penghiburan. Ia adalah pendorong dan pengobar semangat. dan dalam berbagai bagian dari Kisah Para Rasul, terbukti bahwa Barnabas benar2 pantas menyandang julukannya sebagai pengobar semangat. 5 karakteristik dari orang yang memiliki sifat pengobar semangat : 1. mereka memberi secara sukarela dari harta miliknya (Kis 4:36-37) [*]Kis 4:36  ~Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.~ [*]Kis 4:37  ~Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.~ Kita bisa memberi semangat hanya dengan kata-kata, tetapi Barnabas melakukan lebih dari itu. Ia melakukan sesuatu yang terukur untuk mendorong dan menyemangati orang lain. 2. mereka menerima orang lain apa adanya (Kis 9:20-27) [*]Kis 4:26  ~Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.~ [*]Kis 4:27  ~Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.~ Dalam Kis 9:1-19, diceritakan pertobatan dramatis dari Saulus. Para murid tidak mempercayai pertobatannya (Kis 4:26), tetapi 1 orang menerimanya, Barnabas (Kis 4:27) Barnabas mengambil resiko untuk menerima Saulus ketika semua orang yang lain menolaknya. dan karena Barnabas-lah, Saulus akhirnya diterima oleh para rasul dan murid yang lain 3. mereka bersukacita melihat kemajuan orang lain (Kis 11:19-23) [*]Kis 11:19  ~Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.~ [*]Kis 11:20  ~Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.~ [*]Kis 11:21  ~Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.~ [*]Kis 11:22  ~Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.~ [*]Kis 11:23  ~Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,~ [*]Kis 11:24  ~karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.~ Dalam Kisah Rasul 1-10, terlihat bahwa kekristenan hanya disebarkan kepada orang yahudi saja. pada Kisah Rasul 11 lah dicatat bahwa kekristenan mulai disebarkan kepada orang non yahudi. Ketika pimpinan gereja di Yerusalem mendengar kabar tentang jemaat di Antiokhia, mereka mengirim seseorang, yaitu Barnabas (Kis 11:22) Barnabas dicatat sebagai seorang Lewi, ia adalah seorang yahudi, keturunan imam yahudi. kaum yahudi pada saat itu menganggap bahwa keselamatan hanyalah untuk orang yahudi, orang non yahudi tidak pantas diselamatkan dan bahkan tidak pantas untuk menyembah Allah yang sama namun Barnabas tidak melihat dari kacamata sempit tersebut, dicatat bahwa Barnabas bersukacita dan menasihati mereka (Kis 11:23). barnabas bersukacita melihat kasih karunia Tuhan yang dinyatakan kepada orang non yahudi. dan dalam Kisah 11:24, disebutkan kualitas yang dimiliki Barnabas sebagai pengobar semangat : - orang yang baik : moralitas yang baik - penuh dengan Roh Kudus : dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus, dan menghasilkan buah2 roh - penuh dengan iman : percaya akan Tuhan dan setia kepada-Nya 4. mereka memberi kesempatan orang lain untuk bertumbuh, bahkan bertumbuh melebihi mereka (Kis 11:25-26) [*]Kis 11:25  ~Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.~ [*]Kis 11:26  ~Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.~ perhatikan bahwa yang dikirim ke antiokhia hanyalah Barnabas, dan ia bisa saja melakukan hal tersebut sendiri. namun ia tahu seseorang yang lebih mampu untuk mengajar jemaat di antiokhia, sehingga ia membawa paulus (Kis 11:25) dan tindakannya untuk membawa Paulus adalah tepat karena jemaat antiokhia berkembang pesat dan dicatat bahwa di Antiokhialah murid2 itu untuk pertama kalinya disebut Kristen (Kis 11:26) Barnabas rindu melihat orang lain bertumbuh (karena itulah ia memberi kesempatan pada Paulus), bahkan walaupun itu berarti bertumbuh melebihi dirinya sendiri. perhatikan bahwa di awal pelayanan, disebutkan susunan mereka adalah Barnabas dan Saulus (Kis 11:30), tetapi kemudian susunan ini telah berubah menjadi Paulus dan Barnabas (Kis 13:42) pengobar semangat yang sejati tidak pernah mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, melainkan mencari kemuliaan hanya bagi Kristus. 5. mereka memberi kesempatan ke-2, ke-3, dst kepada orang lain (Kis 15:35-41) [*]Kis 15:35  ~Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.~ [*]Kis 15:36  ~Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka."~ [*]Kis 15:37  ~Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;~ [*]Kis 15:38  ~tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.~ [*]Kis 15:39  ~Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.~ [*]Kis 15:40  ~Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan~ dicatat sebelumnya dalam kitab Kisah Rasul bahwa Markus bergabung dalam pelayanan pertama mereka tetapi ia meninggalkan pelayanannya di tengah jalan. Ia ditolak sebagai orang yang gagal. Barnabas dan Paulus berbeda pendapat mengenai sikap kepada orang yang 'gagal' ini" Paulus memiliki hati seorang penginjil, baginya pelayanan-lah yang penting, tapi Barnabas memiliki hati seorang gembala, baginya manusia-lah yang penting. ia melihat ada potensi dan nilai baik dalam diri Markus yang gagal ini dan memberikan kesempatan kedua untuknya. Barnabas memang tidak disebutkan lagi dalam PB, namun tercatat dalam PB, hasil dari pelayanan Barnabas, sang pengobar semangat ini : 1. Petrus menyebutkan Markus dalam 1 Pet 5:13. ia menyebutkan markus sebagai "anakku" 1 Pet 5:13 ~Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.~ 2. Paulus mengakui Markus yang telah ditolaknya sebagai orang yang gagal sebagai rekan sepelayanan yang berharga 2 Tim 4:11 ~Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.~ 3. Semangat yang diberikannya pada Paulus telah melahirkan Paulus sebagai salah seorang rasul terbesar 4. Kesempatan ke-2 yang diberikannya kepada Markus telah melahirkan salah seorang penulis injil (Markus yang dahulu dicap gagal inilah yang telah menulis injil Markus) Barnabas benar benar bertindak sesuai dengan arti namanya yaitu Anak Penghiburan.  ketika banyak orang menjadi rayap rohani yang melemahkan semangat orang lain, Barnabas menjadi tukang kayu rohani yang memberi semangat dan dorongan bagi orang lain. Banyak orang di luar sana yang membutuhkan kekuatan, membutuhkan kesempatan kedua. Maukah kita bertindak sebagai Barnabas bagi mereka?

TOKOH2 ALKITAB : KALEB


KALEB



[*]Yos 14:6  ~Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.~ [*]Yos 14:7  ~Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang [*]sejujur-jujurnya.~ [*]Yos 14:8  ~Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.~ [*]Yos 14:9  ~Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.~ [*]Yos 14:10  ~Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;~ [*]Yos 14:11  ~pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.~ [*]Yos 14:12  ~Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."~ [*]Yos 14:13  ~Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.~ [*]Yos 14:14  ~Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.~ Siapakah Kaleb : 1. Pemimpin Bani Yehuda (Kel 14:6) 2. 1 dari 12 pengintai (Bil 13:6) 3. Anak dari Yefune, Orang KENAS (Kel 14:6) dicatat disini bahwa Kaleb adalah orang Kenas. Siapakah Kenas itu? mari kita lihat di Kejadian [*]Kej 36:1 ~Inilah keturunan Esau, yaitu Edom.~ [*]Kej 36:10 ~Nama anak-anaknya ialah: Elifas, anak Ada isteri Esau; Rehuel, anak Basmat isteri Esau.~ [*]Kej 36:11 ~Anak-anak Elifas ialah Teman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas.~ jadi Kaleb bukan orang Yahudi, ia adalah orang Edom. Orang Edom adalah orang2 di luar perjanjian.  Karena kasih karunia Tuhan, Kaleb masuk ke dalam perjanjian Apa yang terjadi 45 tahun yang lalu (Bil 13-14) : 1. Kaleb adalah 1 dari 12 pengintai yang dikirim Musa mengintai negeri Kanaan.10 orang pengintai dan seluruh bangsa tidak percaya dapat memasuki negeri perjanjian karena orang2 Enak yang tinggal didalamnya. Hanya Kaleb dan Yosua yang tetap percaya 2. Kaleb menaruh keyakinannya pada Tuhan. Ia percaya pada kekuatan Tuhan, janji Tuhan, kehadiran Tuhan dan perlindungan Tuhan (Bil 14:8-9) 3. Tuhan memperhatikan iman dan kesetiaan Kaleb dan Tuhan berjanji bahwa umur Kaleb akan diperpanjang, Kaleb akan masuk ke tanah perjanjian, dan Kaleb akan mendapatkan Hebron sebagai milik pusakanya. saat itu telah 45 tahun berlalu dari saat Tuhan berjanji. Kaleb telah berumur 85 tahun, dan ia belum mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan padanya. seluruh angkatan 45 tahun lalu yang telah dewasa telah mati di padang gurun, dan bahkan Musa sang pemimpin telah ditolak untuk masuk ke tanah perjanjian. Bagaimana respon Kaleb saat itu (45 tahun kemudian)? (Yos 14:10-13) 1. Kaleb menyatakan kesetiaan Tuhan dalam memegang janji-Nya 2. kaleb menyatakan imannya dan mengklaim janji Tuhan padanya Jadi apa yang dapat kita pelajari dari cerita tentang Kaleb ini? 1. Jangan pernah lupakan kasih karunia Tuhan dalam hidupmu (Yos 14:6,13,14) Kita seperti halnya Kaleb yang berada di luar perjanjian, Yesus lah yang mengangkat kita masuk ke dalam perjanjian. Hanya karena kasih karunia Tuhan-lah kita dapat masuk ke dalam perjanjian-Nya 2. Bagaimana kita menanggapi kasih karunia tersebut : Mengikuti Tuhan Allahmu dengan sepenuh hati (Yos 14:8,9,14) beberapa dari kita mungkin masih muda, beberapa sudah tua, beberapa masih akan hidup lama, beberapa hanya hidup sebentar lagi tetapi yang penting bukanlah berapa lama kita telah hidup atau berapa lama lagi kita akan hidup. yang penting adalah seberapa setia engkau dengan tahun2 yang sudah kau miliki di akhir hidup, dapatkah kita berkata seperti Kaleb : ~aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati (Yos 14:8)~

TOKOH2 ALKITAB : HOSEA

Hosea Menikah dengan Pelacur Image Pengantar : Hosea adalah nabi yang dipanggil melayani Tuhan pada abad ke-8 SM di kerajaan Israel Utara, dengan ibu kota Samaria, yang diperintah oleh Raja Yerobeam II. Secara politik dan ekonomi, keadaan Israel Utara sangat baik. Namun, keadilan sama sekali tidak terlaksana. Orang kaya menindas orang miskin. Bahkan, di pengadilan, si kaya atau orang penting akan dengan mudah menyogok pejabat untuk menindas kaum lemah.  Kerajaan itu sudah sangat murtad kepada Tuhan. Mereka menyembah ilah-ilah yang menjijikkan dan melupakan Tuhan. Yerobeam sendiri beribadah kepada anak lembu emas. Dalam kondisi seperti itu, Allah mengutus hamba-Nya, Hosea, untuk memperingatkan bangsa itu agar berbalik kepada Tuhan.  Pada awal pelayanan Hosea, Tuhan menyuruhnya menikah dengan seorang pelacur bernama Gomer. Pernikahan itu melambangkan hubungan antara kasih Allah dan umat Israel yang murtad. Hosea yang senantiasa mengasihi Gomer melambangkan Allah yang senantiasa mengasihi umat Israel sekalipun mereka telah meninggalkan-Nya dengan menyembah banyak ilah. Gomer, sang pelacur yang telah menjadi istri Hosea, melambangkan umat Israel yang tidak setia kepada Tuhan.  Dalam hal itu, kasus pernikahan Hosea dengan Gomer akan dibahas untuk mengetahui makna serta implikasinya bagi kehidupan anak-anak Tuhan masa kini. Karena banyak orang yang tidak mengerti mengapa Tuhan menyuruh Hosea menikah dengan pelacur, beberapa pendapat seputar pernikahan itu perlu dikemukakan lebih dahulu. Empat Pendapat tentang Pernikahan Hosea : Sejauh ini ada empat pendapat yang berbeda (Wood Leon J., The Prophets of Israel. Grand Rapids: Michigan, 1984, p. 278- 279).  Pertama, kelompok yang mengatakan bahwa pernikahan itu tidak benar terjadi. Itu hanya sebuah penglihatan atau simbol yang melambangkan hubungan antara Allah dan umat Israel yang tidak setia. Dasar pemikirannya adalah tidak mungkin Allah menyuruh seorang nabi menikah dengan perempuan pelacur. Kalau larangan itu diterapkan kepada imam (Imamat 21:7, 14, lihat Mitsvot No. 379), otomatis berlaku juga untuk Hosea sebagai nabi. Ditambah pula, jika Allah menyuruh Hosea menikah dengan pelacur, pelayanan Hosea akan menjadi rusak.  Namun, Wood dengan jitu menjawab argumen itu. Ia berkata bahwa tidak ada indikasi apa pun yang menunjukkan hal itu sebagai visi atau simbol. Itu benar-benar kisah nyata yang diperlihatkan dengan detail-detailnya seperti, Gomer anak Diblaim, mengandung anak ketiga setelah anak kedua disapih, dan semua anak itu dijelaskan jenis kelaminnya, satu laki-laki dan dua perempuan. Kedua, kelompok yang mengatakan bahwa pernikahan itu memang benar terjadi, tetapi Gomer bukan seorang pelacur, melainkan berdosa karena menyembah banyak dewa, sama seperti umat Israel. Alasan itu dikemukakan agar kita terhindar dari kesulitan moral sebagaimana dikemukakan oleh pandangan kelompok pertama.  Dalam hal itu pun, Wood menjawab dengan tangkas, yaitu apakah dosa etika lebih berat daripada dosa penyembahan berhala? Selain itu, jika dosa Gomer bukan menyangkut etika, tetapi penyembahan berhala, sama seperti umat Israel, perkawinan itu tidak dapat lagi disebut sebagai simbol antara hubungan Allah dan umat Israel.  Ketiga, pernikahan itu benar terjadi, tetapi pada mulanya Gomer bukanlah seorang pelacur. Setelah mereka menikah, barulah ia menjadi pelacur. Dasar pemikirannya adalah bahwa karena pernikahan itu benar terjadi, sedangkan Allah tidak mungkin menyuruh Hosea menikah dengan perempuan pelacur. Berarti, secara logika, Gomer menjadi pelacur setelah ia menikah dengan Hosea. Dengan demikian, kita terhindar dari kesulitan moral yang dikemukakan oleh kelompok pertama. Pernyataan itu didasarkan pada simpulan logis.  Namun, simpulan logis tidak menjamin kebenaran. Perlu dipahami bahwa Hosea 1:1-9 merupakan sebuah narasi. Oleh karena itu, semua kisah yang dijelaskan dalam ayat-ayat itu harus dipahami secara harfiah, kecuali nas tersebut dengan terang-terangan menyebutkan harus dipahami sebagai simbol atau perlambang. Dalam hal itu, firman Tuhan nyata-nyata menyuruh Hosea menikah dengan seorang perempuan sundal (pelacur). Untuk lebih jelasnya, lihatlah perintah Tuhan berikut. "Ketika Tuhan mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah la kepada Hosea: 'Pergi/ah, kawini/ah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan'" (Hosea 1:2).  Tuhan tidak berkata, "Menikahlah dengan perempuan yang akan menjadi pelacur!" Jika Gomer belum menjadi pelacur pada saat dinikahi Hosea, apa keberatannya jika Tuhan berkata, "Menikahlah dengan perempuan yang akan menjadi pelacur!" supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari?  Memang ada yang menafsirkan bahwa ayat itu bukan kalimat langsung dari Tuhan, melainkan kalimat yang dituliskan Hosea sendiri beberapa tahun setelah peristiwa itu. Jadi, Hosea tidak persis sama menuliskan kalimat yang dari Tuhan, tetapi membuat kalimat sendiri berdasarkan pengalamannya bahwa Gomer di kemudian hari, setelah menikah, menjadi pelacur (Kaiser, Jr. Walter C. 1988Hard Saying of Old Testaments, Downers Grove: Intervarsiti Press, p 217).  Itu pun jelas penafsiran! Namun, anggap saja penafsiran itu berlaku untuk Hosea 1:2, tetapi bagaimana dengan Hosea 3:1? Dalam ayat itu, Hosea benar-benar mengetahui perempuan seperti apa Gomer itu. Selain suka bersundal, ia juga telah berzina dengan laki-laki lain. Bagi seorang Israel, Tuhan menghukum keras perzinaan dengan hukuman mati (Imamat 20:10, Ulangan 22:22, Yohanes 8:5). Dalam kaitan itu, bandingkan juga jawaban yang dikemukakan oleh WS Lason (Lason, WS. 1994. Pengantar Perjanjian Lama 2, Jakarta, BPK Gunung Mulia, p. 213-219). Di samping itu, dari cara penulisan Hosea dalam pasal 2:1 itu, justru lebih tepat jika ditafsirkan bahwa ia tidak membuat kalimat sendiri, tetapi menulisulangkan kalimat dari Tuhan. Hal itu nyata dari bentuk kalimatnya yang bersifat langsung, bukan kalimat tidak langsung.  Jika sebuah ayat yang gamblang dan mudah dimengerti saja harus ditafsirkan supaya memenuhi syarat logika, hampir dipastikan semua ayat yang berkaitan langsung dengan apa yang dipersoalkan dalam ayat pertama itu harus ditafsirkan untuk mendukung penafsiran awal. Jadi, jelasnya, simpulan kelompok itu hanyalah bersifat penafsiran semata-mata karena merasa tidak terjerat dengan persoalan moral yang dikemukakan kelompok pertama.  Keempat , adalah pandangan yang paling tepat berdasarkan Alkitab, yaitu bahwa Gomer telah menjadi pelacur sebelum dinikahi Hosea. Sebagaimana telah disebutkan, Hosea 1:1-9 merupakan narasi. Jadi, secara hermeneutik, harus dipahami secara harfiah pula. Persoalan moral yang dikemukakan kelompok pertama dan ketiga sebenamya masih dapat dipertanyakan. Bahkan, menurut Hill dan Walton, sesungguhnya pernikahan Hosea itu tidak tercemar secara moral (Hill, Andrew E. & Walton John H. 1996. Survey Perjanjian Lama . Malang: Gandum Mas, p. 596).  Mengapa masih dapat dipertanyakan? Sebab kategori hukum moral pasti bersifat umum dan absolut, dan harus sesuai dengan konteks. Sebagai contoh, larangan untuk berzina. Seandainya larangan menikah dengan pelacur berlaku umum pada zaman Perjanjian Lama, Tuhan pasti memberlakukan larangan itu bagi semua umat Israel. Kenyataannya, larangan menikah dengan pelacur hanya diberlakukan untuk para imam saja, sedangkan untuk orang di luar imam tidak.  Larangan itu juga tidak dapat dikenakan secara langsung kepada para nabi. Dalam Perjanjian Lama, jabatan nabi berbeda dengan jabatan imam. Kalau begitu, larangan dalam Imamat 21:7,14 yang hanya berlaku khusus untuk para imam, pasti disebabkan oleh unsur tertentu, yaitu menyangkut jabatan mereka sebagai imam (Reff. Mitsvot No. 379). Karena jabatan imam berbeda dari jabatan nabi dalam konteks Perjanjian Lama, larangan itu tidak dapat diterapkan untuk para nabi.  Jika ada orang yang mengatakan bahwa pelayanan Hosea akan menjadi batu sandungan karena perkawinannya itu, hal itu sama sekali tidak benar. Justru, pada saat itu, umat Israel memang sudah murtad. Mereka tidak mau bertobat lagi. Jadi, dari pihak Allah, dengan pernikahan Hosea yang aneh itu, sesungguhnya Ia sedang menegur (menempelak) kekerasan hati mereka. Mereka semestinya bertanya-tanya mengapa Hosea yang saleh itu, yang selama itu jelas menunjukkan kasih setianya kepada Tuhan, secara tiba-tiba menikah dengan seorang perempuan sundal?  Jika hati mereka cukup terbuka dan bertanya kepada Hosea apa yang sedang terjadi, Hosea tentu akan menjelaskan bahwa semua itu dilakukannya karena disuruh Tuhan sebagai teguran keras kepada mereka, sebelum hukuman pembuangan berlangsung. Gomer, perempuan sundal itu, sesungguhnya adalah umat Israel sendiri. Kondisi Krisis Membutuhkan Teguran Aneh:  Dalam zaman Perjanjian Lama, umat Israel sering murtad dari Tuhan. Puncak pemurtadan itu terjadi pada zaman raja-raja. Dalam situasi yang demikian, Tuhan menyampaikan firman-Nya bukan -lagi sekadar melalui kata-kata. Kata-kata saja tidak lagi mempan terhadap bangsa yang telah ratusan tahun menulikan telinganya dari suara Tuhan melalui nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu, Allah menegur mereka melalui peristiwa-peristiwa yang aneh dan sukar dimengerti secara umum.  Peristiwa-peristiwa itu sering berupa perlambang, yang diperagakan oleh para nabi-Nya di depan umat Israel. Terkadang peristiwa itu sangat sukar diterima akal manusia sebab sering tidak sesuai dengan Hukum Taurat, dan menurut sebagian orang, melanggar moral. Demikianlah, Tuhan menyuruh Hosea menikah dengan Gomer, seorang pelacur, sebagai simbol atas sikap Allah yang sangat mengasihi umat Israel Utara yang saat itu sudah sangat merosot kerohanian dan moralnya.  Beberapa contoh lain yang mirip dengan peristiwa itu adalah sebagai berikut.  1. Yesaya disuruh Tuhan berjalan telanjang dan tidak berkasut selama tiga tahun (Yesaya 20:2-3). Hal itu merupakan simbol atau perlambang bagi Mesir dan Etiopia bahwa suatu saat nanti Asyur akan menggiring dan menawan mereka dengan telanjang (Yesaya 20:4). Tuhan dengan sengaja mempertontonkan Yesaya secara telanjang di hadapan umat Israel sebab Tuhan sudah bosan berbicara kepada mereka melalui kata-kata. Dalam hal itu, Israel Selatan, yang sedang ditekan bangsa Asyur, selalu bersandar pada pertolongan Mesir. Padahal, Tuhan sudah berulang-ulang menegur mereka supaya jangan bersandar pada Mesir, melainkan kepada Tuhan saja. Jadi, Tindakan simbolis dari Yesaya itu merupakan teguran keras kepada umat Yehuda bahwa bangsa yang mereka andalkan itu justru akan menjadi tawanan Asyur.  2. Yeremia yang disuruh Tuhan membeli buli-buli di hadapan para tua-tua Israel, lalu memecahkannya di hadapan mereka juga sebagai tanda bahwa Tuhan akan memecahkan kerajaan Yehuda (Yeremia 19:1-15). 3. Yehezkiel, di depan tua-tua Israel di pembuangan, disuruh Tuhan membawa barang-barangnya pada siang hari di atas bahunya seperti kelakuan seorang buangan, lalu melubangi tembok pada malam hari dan keluar dari lubang itu pada malam itu juga sebagai lambang kejatuhan Kerajaan Yehuda (Yehezkiel 12). Tuhan menyuruh demikian sebab umat Israel yang sudah di¬buang lebih dahulu ke Babel lebih percaya kepada para nabi palsu yang mengatakan bahwa dalam dua tahun mereka akan kembali ke Yerusalem, dan bahwa kerajaan Yehuda yang saat itu dipimpin oleh Zedekia tidak akan dibawa ke pembuangan. Tuhan juga menyuruh Yehezkiel membakar rotinya di atas kotoran, di hadapan mereka, sebagai simbol keadaan umat Yehuda di pembuangan yang akan memakan makanannya dengan makanan najis (Yehezkiel 4). Pemulihan yang Bermakna Ganda : Walaupun umat Israel dinyatakan telah murtad, tetapi sejak awal panggilan Hosea, Allah telah menjanjikan pemulihan. Janji pemulihan itu disampaikan dalam nama-nama keluarga Hosea sendiri.  Sebagaimana dilaporkan Hosea, ada tiga anak yang dilahirkan Gomer.  - Anak pertama bernama Yizreel, jelas sebagai anak dari Hosea (1:3).  - Anak kedua bernama Lo-Ruhama, artinya tidak disayangi.  - Anak ketiga bernama Lo-Ami yang, artinya bukan umat-Ku (Hos. 2:3).  Kedua anak terakhir itu bukan anak-anak Hosea, melainkan hasil dari persundalan Gomer.  Telah disebutkan bahwa pernikahan Hosea serta nama anak-anaknya itu memiliki arti simbolis, yang melambangkan kasih Allah terhadap umat Israel yang murtad. Namun, karena perlambangan tersebut merupakan sebuah adegan peragaan hidup yang nyata, bukan hanya sekadar kata-kata simbolis, makna dari peragaan itu secara keseluruhan, selain berlaku secara simbolis, juga berlaku bagi oknum yang memperagakan. Jadi, pemulihan yang dijanjikan Tuhan bagi umat Israel berlaku juga bagi keluarga Hosea.  Kalau pada mulanya kedua anak itu tidak disayangi (Lo-Ruhama) dan bukan umat Allah (Lo-Ami) karena mereka merupakan anak-anak sundal (Hosea 1:2; 2:3), pada akhimya Lo-Ruhama akan menjadi Ruhama dan Lo-Ami akan menjadi Ami (Hosea 1:12; 2:22). Itu terjadi tentu karena anugerah-Nya, yang mengaruniakan pertobatan kepada kedua anak itu. Bagaimana dengan Gomer sendiri? Gomer dipulihkan setelah lebih dahulu dibeli dari perbudakan oleh Hosea (3:1, 2; 2:18, 19). Gomer pada akhimya menyadari bahwa hanya Hosealah yang sungguh-sungguh mengasihinya (2:6).  Jelaslah bahwa tindakan Allah menyuruh Hosea menikah dengan Gomer, sang pelacur, bukan bermaksud mempermalukan Hosea, juga bukan merupakan dosa moral sebagaimana diyakini banyak orang, melainkan kasih Allah yang ajaib dan agunglah yang melandasi semua tindakan itu. Gomer dan ketiga anak-anaknya, Yizreel, Lo-Ruhama, dan Lo-Ami, sekarang telah bersama dengan Bapa Surgawi, di kediaman-Nya. Dalam hal itu, umat Israel men¬jadi mengerti betapa dalam kasih-Nya kepada mereka melalui alat peraga pernikahan Hosea itu. Rela Dipakai demi Mewujudkan Kasih Allah Semua rencana Allah yang agung itu dapat berhasil karena ada seseorang yang taat pada panggilan Tuhan dan rela menanggung beban di pundaknya. Orang itu adalah Hosea, seorang yang penuh kasih dan penuh kesabaran menanti pertobatan istri dan anak-anaknya.  Pernikahan itu pada mulanya memang sangat menyulitkan dan menyakitkan bagi kehidupan pribadi sang nabi. Betapa tidak, Hosea yang taat dan penuh belas kasih itu harus merelakan dirinya terhadap kemungkinan dicemooh dan dipermalukan oleh orang lain karena menikahi Gomer. Mungkin keluarganya menganggap Hosea telah jatuh ke dalam rayuan gombal seorang pelacur atau dosa percabulan telah menjerat dirinya sehingga menikahi Gomer! Bahkan, bukan mustahil orang-orang sezamannya memberi alasan bahwa ketidakbertobatan mereka disebabkan perilaku sang nabi yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat umum pada waktu itu. Mungkin masih banyak alasan lainnya yang dikemukakan untuk menjatuhkan nama Hosea.  Namun, Hosea tidak memedulikan semua itu. Baginya, yang terutama adalah mendengar dan menaati suara Tuhan! Ia tahu bahwa Allah pasti baik terhadap umat Israel, ia sendiri, dan juga rumah tangganya. Di samping itu, sebagai hamba Tuhan, Hosea tentu mengerti bahwa tindakan yang sesuai dengan norma-norma masyarakat umum belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahkan, norma umum justru sering menghambat pekerjaan Allah di bumi. Sebaliknya, tindakan yang berlawanan dengan norma-norma umum juga tidak selamanya melawan kehendak Allah. Pada zaman Tuhan Yesus, sekelompok orang membawa orang lumpuh dengan membuka atap rumah orang lain, yang sesungguhnya tidak sopan dan berlawanan dengan norma-norma umum. Namun, Tuhan Yesus malah memuji tindakan mereka itu sebagai beriman. Oleh sebab itu, Hosea tahu bahwa di balik semua penderitaan itu pasti ada rencana Allah yang agung dan ajaib walaupun mungkin hal itu pada mulanya masih samar-samar bagi Hosea. Iman yang agung itulah yang rupanya meneguhkan dan menghiburkan hati Nabi Hosea. Bertahun-tahun, bahkan mungkin belasan tahun, Hosea menanggung penderitaan yang berat akibat sikap Gomer yang terus saja melacurkan dirinya. Hatinya tentu amat pedih menerima kenyataan bahwa dua bayi yang dilahirkan oleh Gomer bukan anaknya sendiri, melainkan hasil dari persundalan Gomer. Walaupun demikian, kedua anak itu sangat dikasihinya sebagaimana ia mengasihi anaknya sendiri. Justru, kedalaman kasih ilahi yang diterapkan Hosealah yang menjadi benih perangsang bagi pertobatan kedua anak itu pada akhimya.  Ketika Gomer menjadi budak akibat terbelit utang-utangnya, yang mungkin disebabkan sikap hidupnya yang boros, Tuhan kembali menyuruh Hosea mengambilnya dan mencintainya. Hosea pun, dengan penuh dedikasi kepada Sang Majikan, melakukan semuanya secara tuntas. Dalam semua penderitaan batin itu, tidak sekali pun Hosea kedapatan mengeluh kepada Tuhan! Ketaatan sepenuhnya yang didasari oleh iman yang teguh sudah menjadi ciri khas Nabi Hosea sepanjang hidupnya.  Ternyata benar, ketaatan Hosea itu mendapat pahala yang tidak ternilai harganya. Peragaan itu akhimya membuahkan nilai-nilai kekal, yaitu pemulihan jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan, yaitu umat Israel dan terutama keluarganya, sebagai sebuah kisah hidup yang berakhir dengan manis (happy ending). Pelajaran yang Dipetik:  Kasus pernikahan Hosea dan Gomer memberikan masukan-masukan berharga bagi anak-anak Tuhan sebagai berikut.  1. Dalam dunia Perjanjian Lama, Tuhan sering menyuruh hamba-hamba-Nya, khususnya para nabi, melakukan sesuatu perkara yang melambangkan kasih, kuasa, dan murka Allah kepada umat manusia, khususnya kepada umat Israel. Misalnya, pernikahan Hosea merupakan simbol dari kasih-Nya yang ajaib kepada umat Israel yang membelakangi-Nya. Pekerjaan tukang periuk melambangkan kuasa Tuhan atas umat Israel dan atas semua bangsa (Yeremia 18: 1-17). Buli-buli yang pecah melambangkan murka Tuhan terhadap kerajaan Yehuda yang murtad (Yeremia 19).  Tindakan-tindakan simbolis itu dilakukan mereka agar umat Israel mengetahui bahwa Tuhan mereka sebagai Yang Mahakuasa, Mahakasih, dan Maha Pemurah.  Pada zaman Perjanjian Baru, tindakan simbolis seperti itu tidak lagi dipakai Tuhan karena Yesus sudah datang. Puncak kasih Allah telah dinyatakan di dalam karya penyaliban-Nya, sebagai satu-satunya jalan pengampunan dosa semua orang. Puncak murka Allah telah ditimpakan kepada Yesus di kayu salib karena dosa manusia. Puncak kemahakuasaan Allah diwujudkan dalam kebangkitan Tuhan Yesus.  2. Walaupun tidak berfungsi sebagai tindakan simbolis, Tuhan juga masih memakai anak-anak-Nya untuk memperagakan kasih dan kuasa-Nya melalui kesaksian hidup mereka. Sama seperti Hosea yang merelakan dirinya dipakai Tuhan demi kebaikan banyak orang, demikian juga anak-anak-Nya pada zaman ini. Tuhan sedang dan terus menanti anak-anak-Nya agar sungguh-sungguh bersedia dipakai Tuhan demi pemberitaan Injil kepada semua makhluk walaupun harus mengalami berbagai penderitaan.

TOKOH2 ALKITAB : YUDAS

YUDAS  YUDAS artinya TERPUJILAH TUHAN  Ada "delapan" orang bernama Yudas dalam Perjanjian Baru.  [1] anak Yakobus keempat [2] leluhur Yesus Kristus [3] pemberontak di Galilea [4] orang Yahudi dari Damaskus [5] seorang nabi di Yerusalem, dipanggil juga Barnabas [6] murid Yesus Kristus, juga bernama Tadeus [7] saudara Yesus Kristus [8] Yudas Iskariot  Yudas saudara Yesus (Mat.12:55;Mrk.6:3).  Yudas ini tidak percaya sampai saat kebangkitan(Mat.12:46dst.;Mrk.3:31dst.; Luk.8:19 dst.;Yoh.7:3-8;Kis.1:14).  Ada dua orang bernama Yudas yang menjadi murid Yesus Kristus yaitu Yudas Iskariot dan Yudas alias Tadeus. Yudas adalah kata Ibrani YEHUDAH sedangkan Tadeus adalah kata Yunani TADDAIOS (berhati besar). Injil Yohanes menulis "Yudas, yang bukan Iskariot" (Yohanes 14:22).  Nama Yudas adalah nama umum pada masyarakat Yahudi, namun dari semuanya ada dua nama yang paling mungkin sebagai penulis surat YUDAS :  Yudas anak Yakobus murid Tuhan (Luk.6:16;Kis.1:13);  Yudas mempunyai isteri dan kemungkinan besar menyertainya dalam Pekabaran Injil (1Kor.9:5).  Yudas disebut juga Tadeus, artinya “si pemberani”. Yudas-lah yang mengajukan kepada Kristus pertanyaan yang terkenal pada Perjamuan Malam Terakhir. Yesus mengatakan: “Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yudas bertanya, “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”


YUDAS ISKARIOT  *Markus 3:14,  LAI TB, Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.  KJV, And he ordained twelve, that they should be with him, and that he might send them forth to preach,  TR, και εποιησεν δωδεκα ινα ωσιν μετ αυτου και ινα αποστελλη αυτους κηρυσσειν  Translit, kai epoiêsen dôdeka hina hôsin met autou kai hina apostellê autous kêrussein  Dalam daftar nama 12 murid, yang Yesus panggil untuk menyertai Dia ("ινα ωσιν μετ αυτου ; hina hôsin met autou", yang terdapat dalam Injil Sinoptik, nama Yudas selalu yang terakhir disebut, dan biasanya disertai keterangan dengan kesan buruk (umpamanyayang mengkhianati Dia; yang kemudian menjadi pengkhianat). Dia dapat dibandingkan dengan Yerobeam I dalam Perjanjian Lama, yang dengan jijik disebut sebagai yang mengakibatkan orang Israel berdosa.  Kata iskariot, Iskariot ditambahkan pada namanya dalam naskah-naskah Sinoptik dan dalam Yohanes 12:4. Tapi dalam ayat-ayat Yohanes lainnya bermacam-macam bentuk lama itu. Nama Simon disebut sebagai ayah Yudas, dan Iskariot selanjutnya diterangkan dengan tambahan apo karuotou. Fakta-fakta tambahan karya Yohanes ini mengukuhkan asal kata Iskariot dari kata Ibrani isy qèriyot artinya orang Keriot. Keriot terletak di Moab menurut Yeremia 48:24,41; Amsal 2:2. Tapi ada kemungkinan tempat lain, yaitu Keriot-Hezron, yang letaknya 18 km sebelah selatan Hebron. Informasi geografis tentang Iskariot ini lebih baik daripada informasi yang didasarkan pada pelacakan kata itu sampai sikarios, melalui suatu kata yang di-Aram-kan, yaitu 'isqarya'a,pembunuh.  Dalam kelompok rasul, Yudas adalah bendahara, sementara ayat Yohanes yang lain menyebut dia pencuri, terutama, menurut dugaan, ia menggelapkan uang yang dipercayakan kepadanya. Mengenai arti ini, yang akar kata kerjanya bastazo (mengambil) seperti tertera dalam papirus.  Bagian akhir cerita Injil menjadi buram karena pengkhianatan satu orang dari 12 murid seperti berulang-ulang disebut. Ia mencela tindakan Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang sangat mahal. Sajian Yohanes ini menelanjangi ketamakan Yudas, yang tidak melihat unsur kristiani dalam perbuatan itu yang justru dipuji oleh Yesus. Yudas hanya melihat sesuatu yang dapat menambah dana rasul-rasul, dan dengan demikian menambah isi kantongnya sendiri. Bahkan kepalsuan hatinya dipoles lagi dengan mengatakan bahwa uang itu dapat diberikan untuk membantu orang miskin. Jadi sifat tamak ditambah lagi dengan sifat penipuan. Segera sesudah peristiwa Betania ini Yudas menghadap imam-imam kepala untuk mengkhianati Yesus. Injil Markus menyajikan fakta pengkhianatan itu, dan menambahkan bahwa imam-imam berjanji akan memberikan uang kepadanya.  Injil Matius mencatat jumlah uang itu, mungkin sebagian dari jumlah yang disepakati. Injil Lukas menyajikan arti mendalam dari tindakan itu, dengan menceritakan bahwa Iblis masuk ke dalam hati Yudas dan membisikkan dosanya yang menjijikkan itu. Semua Injil Sinoptik sependapat bahwa Yudas memutuskan untuk mencari kesempatan yang baik, kapan ia bisa menyerahkan Yesus kepada musuh-musuh-Nya tanpa setahu orang banyak. Atau secara rahasia, dengan tipu muslihat.  Kesempatan datang pada malam waktu Yesus bersama ke-12 murid berkumpul di ruang atas; dan kenyataan ini dilestarikan dalam tradisi Perjamuan Kudus yang berasal dari zaman Paulus. Yesus dengan nalar profetik-Nya, tahu apa yang akan dilakukan sang pengkhianat. Dalam cerita Markus nama Yudas tidak disebut, dan mengenai siapa pengkhianat itu masih belum jelas. Percakapan berupa tanya-jawab dalam Matius 26:25 paling tepat dianggap bisik-bisik. Sementara itu laporan Yohanes mengenai pertanyaan murid yang dikasihi dan tindakan Yesus melayankan roti Paskah yang sudah tercelup dapat dikatakan berlangsung agak rahasia. Bagaimanapun, inilah himbauan terakhir dari Yesus kepada Yudas - dan ini pulalah penolakan terakhir dari pengkhianat itu. Sesudah itu Iblis menguasai orang yang sudah menjadi tawanannya; dan Yudas pun pergi menerobos kegelapan malam.  Rencana yang telah diatur untuk menangkap Yesus sekarang dilaksanakan. Tempat yang dirahasiakan Yudas untuk mengkhianati Yesus, ternyata adalah Getsemani tempat Yesus dan murid-murid-Nya untuk berdoa malam itu. Dan saat Yesus berdoa, sepasukan tentara muncul dipimpin oleh Yudas. Dan siapa yang akan diciduk ditandai dengan perbuatan yang sangat ironis, orang yang kucium, itulah Dia. Dan dengan demikian tuntaslah tugas pengkhianat itu.  Sisa-sisa akhir hidup Yudas penuh kengerian. Alkitab melaporkan penyesalannya yang memilukan itu, tapi hanya Matius dari keempat Injil yang menceritakannya. Melengkapi laporan penyesalan dan peristiwa bunuh diri, yang didahului oleh pergumulan batin dalam dirinya, harus ditambahkan berita dalam Kisah Para Rasul 1:18-19. Dan untuk melengkapi data sebagai bukti, perlu ditambahkan kesaksian fantastis Papias, yang disimpan oleh Apollinarius, orang Laodikia. Menurut Papias tubuh Yudas mengembung, dan mati di ladangnya sendiri. Ada beberapa usaha untuk menyelaraskan Matius 27:3-10 dengan Kisah Para Rasul 1:18 - umpamanya pendapat Agustinus, bahwa tali yang digunakan Yudas untuk gantung diri putus dan ia mati terjatuh; dengan demikian Matius dan Kisah Para Rasul sepakat. Tapi yang lebih mengerikan lagi dari rincian cerita yang mengerikan ini, ialah hukuman yang gamblang dan keras dalam Kisah Para Rasul 1:25, "jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya". Rasul itu murtad dan tenggelam dalam bagian yang disediakan bagi orang seperti itu. [ðððð] 

YUDAS ISKARIOT SEBAGAI TUMBAL? Untuk mencapai atau meraih sesuatu pada umumnya dibutuhkan tumbal atau korban, tetapi sering sekali kita dijadikan tumbal atau korbannya orang lain. Orang lain yang bersalah kita yang dijadikan tumbal. Berapa banyak jutaan orang sudah diberhentikan dari tempat pekerjaannya hanya untuk dijadikan tumbal, dengan alasan untuk menyelamatkan perusahaan, yang membuat kesalahan top management, yang menjadi tumbal adalah karyawan dan anak buah sendiri. Apakah salah kalau kita menilai bahwa orang miskin adalah tumbal orang kaya? Berapa banyak anak-anak kecil yang telah dijadikan tumbal, karena ayah atau ibunya ingin kawin lagi? Berapa juta orang mati dibom untuk menjadi tumbal perdamaian? Rakyat Indonesia menjadi melarat sebagai tumbal, karena beberapa gelintir orang ingin cepat kaya. Hutan-hutan dibakar dijadikan tumbal karena kerakusan beberapa orang. Apakah Tuhan berbeda? Manusia pertama yang berbuat dosa, mengapa kita yang dijadikan tumbal, sehingga harus lahir dengan membawa dosa warisan? Kenapa kita ditakdirkan harus mati, kalau Adam dan Hawa yang berbuat dosa? Apakah kita manusia sekarang ini bukannya merupakan tumbal untuk dosanya Adam dan Hawa? Yudas Iskariot yang mengkhianati Tuhan Yesus telah mengakhiri sisa hidupnya dengan penuh kengerian, karena tali yang digunakan oleh Yudas untuk gantung diri putus dan ia mati terjatuh sehingga perutnya terbelah dan semua isi perutnya tertumpah keluar. Apakah Yudas juga merupakan tumbal yg telah digunakan oleh Tuhan Yesus agar Ia bisa disalib? Tentu banyak kita yang akan menilai bahwa itu adalah hak pilih dan kebebasannya dari Yudas sendiri, karena Tuhan tidak ingin membuat dia menjadi robot. Benar! Jika kita ingin mencari karyawan, tentu kita ingin dan berusaha untuk mendapatkan seorang karyawan yang jujur dan setia, kenapa Tuhan Yesus tetap memilih Yudas walaupun secara teori Ia mempunyai pra-pengetahuan bahwa Yudas akan menjadi pengkhianat. Kenapa Tuhan Yesus tidak membimbing dia, bahkan berdoa untuk Yudas agar ia tabah dan bisa melawan godaan si setan, seperti halnya yg Tuhan Yesus lakukan untuk Petrus? (Lukas 22:31-32) Kenapa Tuhan Yesus tidak mencegah agar Yudas tidak mengkhianatinya, bahkan sebaliknya yangg dilakukan justru Ia menghimbau, "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera!" (Yohanes 13:27) Walaupun Tuhan Yesus tahu dari awal, bahwa Yudas akan mengkhianatinya, Ia tetap memilihnya sebagai murid. Bahkan Yudas telah ditentukan dari awal untuk menjadi tumbalnya Tuhan Yesus, seperti yang tercantum di Yohanes 17:12. Dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Alkitab. Apakah Yudas sedemikian bejadnya sehingga tidak bisa diperbaiki lagi? Tampaknya seakan-akan tidak, karena setelah ia mengkhianati Tuhan Yesus, ia sadar dan merasa sangat menyesal dan berdosa atas perbuatannya (Matius 27:3-5) Jadi sebenarnya sudah dari awal mula Yudas Iskariot itu telah ditentukan bahkan dinubuatkan di dalam Alkitab untuk menjadi tumbal buat Tuhan Yesus! Kenapa ia tetap dipilih sebagai rasul, walaupun telah diketahui sebelumnya bahwa ia akan menjadi penghianat? Kenapa tidak ada usaha untuk mendoakan dia agar ia diberi kekuatan melawan si setan seperti halnya dengan Petrus? Jawabannya mudah, karena kalau Yudas bertobat dan menjadi sadar sebelumnya ia mengkhianati Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus tidak bisa disalib dengan demikian Tuhan Yesus tidak akan bisa menjadi Juru Selamat bagi umat manusia. Kristus dinyatakan sebagai Domba Allah yang harus disembelih, agar darah-Nya yang suci bisa menghapus dosa dunia. Tanpa ada orang yang mau menyembelih Domba Allah, darah tidak akan keluar, jadi akan sia-sialah Tuhan Yesus dilahirkan ke dunia ini, sebab misinya akan gagal. Agar misi ini bisa berhasil maka Yudas Iskariot harus mau dan harus bersedia untuk dijadikan tumbal dan harus mau memainkan peran yang telah ditentukan sebelumnya ialah untuk menjadi pengkhianat atau penyembelih Domba Allah! Walaupun untuk dirinya sendiri tidak ada keuntungan yang bisa dinikmatinya! Demikianlah isi sebuah tulisan yang pernah dimuat di suatu milis. Apakah benar bahwa Tuhan menghendaki Yudas Iskariot dijadikan tumbal? Berikut ini adalah tanggapan saya di milis tersebut yang tentunya menimbulkan dialog-dialog baru di sana. * Kisah Para Rasul 1:25 LAI TB, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya. KJV, That he may take part of this ministry and apostleship, from which Judas by transgression fell, that he might go to his own place.  TR, λαβειν τον κληρον της διακονιας ταυτης και αποστολης εξ ης παρεβη ιουδας πορευθηναι εις τον τοπον τον ιδιον Translit interlinear, labein {menerima} ton klêron {bagian} tês diakonias {pelayanan} tautês {ini} kai {dan} apostolês {kerasulan} ex {dari} hês {yang} parebê {ditinggalkan} ioudas {Yudas} poreuthênai {jatuh} eis {ke} ton topon {tempatnya} ton idion {sendiri} Apakah watak Yudas yang sesungguhnya? Jika tempat yang wajar baginya ("τον τοπον τον ιδιον ; ton topon ton idion",harfiah tempatnya sendiri) adalah pilihannya sendiri, apakah yang mendorong dia ke jurusan dan nasib yang mengerikan ini? Dan bagaimana pernyataan tempat yang wajar baginya dapat dipertemukan dengan ayat-ayat Alkitab yang memberi kesan, bahwa ia sudah dari dulu ditentukan untuk memainkan peranan pengkhianat? Bahwa Yesus memilih dia, walaupun Yesus tahu bahwa Yudas akan menyerahkan Dia? Yudas mempunyai cap watak yang tak terelakkan seperti yang ditulis dalam ayat di bawah ini: * Yohanes 17:12  LAI TB , Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kita Suci. LAI TL, Selagi Aku bersama-sama dengan mereka itu, Aku ini memeliharakan mereka itu atas nama-Mu yang Engkau karuniakan kepada-Ku, dan Aku sudah menjagai mereka itu, dan seorang pun tiada daripada mereka itu yang hilang kecuali anak kebinasaanitu, supaya isi Alkitab itu sampai. KJV, While I was with them in the world, I kept them in thy name: those that thou gavest me I have kept, and none of them is lost, but the son of perdition; that the scripture might be fulfilled.  TR, οτε ημην μετ αυτων εν τω κοσμω εγω ετηρουν αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι εφυλαξα και ουδεις εξ αυτων απωλετο ει μη ο υιος της απωλειας ινα η γραφη πληρωθη Translit. interlinear : hote {selama} êmên {Aku adalah} met {bersama} autôn {mereka} en {di dalam} tô kosmô {dunia} egô {Aku} etêroun {memelihara} autous {mereka} en {dalam} tô onomati {nama} sou {-Mu} hous {yang} dedôkas {Engkau sudah memberikan} moi {kepada-Ku} ephulaxa {Aku menjaga} kai {dan} oudeis {tidak ada seorangpun} ex {dari} autôn {mereka} apôleto {ia binasa} ei mê {selain daripada} ho huios {anak} tês apôleias {kebinasaan} hina {supaya} hê {yang} graphê { tertulis} plêrôthê {ia digenapi}"  Alasan-alasan yang pernah dikemukakan antara lain adalah: cinta uang; cemburu kepada murid-murid lain; ketakutan akan akhir pelayanan gurunya yang tak terelakkan, yang mendorong dia mengkhianati rekannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri; niat yang membawa untuk memaksa Yesus menyatakan diri-nya Mesias. Juga alasan hati yang sebal dan dendam, yang timbul sesudah harapan-harapan duniawinya pudar; hati yang tidak senang menjurus kepada penyesalan mengikuti Yesus, dan penyesalan ini berubah menjadi kebencian. Ada tiga pedoman pembimbing sebagai pendahuluan sebelum menyatakan dugaan-dugaan itu, yaitu: 1. Kita tidak boleh meragukan kesungguhan panggilan Yesus. Pada mulanya Yesus memandang Yudas sebagai murid dan pengikut berbakat. Tidak ada pra dalil lain untuk menilai benar-tidaknya kebijakan Yesus, juga himbauan-Nya yang berulang-ulang kepada Yudas; 2. Pra pengetahuan Yesus tidak mencakup pra penentuan, bahwa Yudas secara tak terelakkan harus menjadi pengkhianat; 3. Yudas tak pernah sungguh-sungguh murid Yesus. Dia jatuh dari jabatan rasul, tapi ia tak pernah mempunyai persekutuan yang sungguh dengan Yesus. Dengan demikian ia tetap yang telah ditentukan untuk binasa sudah binasa, karena ia tak pernah diselamatkan. Perhatikan ayat ini: * Matius 26:25 LAI TB, Yudas yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya RABI?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya." KJV, Then Judas, which betrayed him, answered and said, Master, is it I? He said unto him, Thou hast said.  TR, αποκριθεις δε ιουδας ο παραδιδους αυτον ειπεν μητι εγω ειμι ραββι λεγει αυτω συ ειπας Translit. interlinear, apokritheis {menjawab} de {dan} ioudas {Yudas} ho {yang} paradidous {menyerahkan} auton {-Nya} eipen {ia berkata} mêti {apakah} egô {aku} eimi {adalah} rabbi {rabi} legei {Dia berkata} autô {kepadanya} su {engkau} eipas {sudah berkata} Ternyata bahwa gelar Yesus yang tertinggi bagi Yudas hanyalah sekedar Rabi dan bukan Tuhan. Di arena Alkitab, Yudas Iskariot hidup sebagai peringatan yang mengerikan bagi setiap pengikut Yesus yang tidak sungguh-sungguh pasrah terikat kepada-Nya, kendati memang benar berada dalam persekutuan-Nya, tetapi tidak memiliki Roh-Nya. * Roma 8:9 LAI TB, Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. KJV, But ye are not in the flesh, but in the Spirit, if so be that the Spirit of God dwell in you. Now if any man have not the Spirit of Christ, he is none of his.  TR, υμεις δε ουκ εστε εν σαρκι αλλ εν πνευματι ειπερ πνευμα θεου οικει εν υμιν ει δε τις πνευμα χριστου ουκ εχει ουτος ουκ εστιν αυτου Translit. interlinear, humeis {kalian} de {tetapi} ouk {tidak} este {adalah} en {dalam} sarki {daging} all {melainkan} en {dalam} pneumati {Roh} eiper {jika memang} pneuma {Roh} theou {Allah} oikei {Dia diam} en {di dalam} humin {kalian} ei {jika} de {tetapi} tis {seseorang} pneuma {Roh} khristou {Kristus} ouk {tidak} ekhei {ia memiliki} houtos {ini} ouk {bukan} estin {ia adalah} autou {milik-Nya} Nyatalah bahwa Yudas Iskariot meninggal sebagai seorang yang bernasib malang dan yang terkutuk adalah atas pilihannya sendiri. 
APAKAH YUDAS ISKARIOT DITENTUKAN BINASA? Kalau kita membaca Alkitab terjemahan versi LAI TB, penyajian terjemahannya sebenarnya "kurang tepat", dan memberikan pengertian yang cenderung mengarah kepada suatu ajaran/ doktrin denominasi tertentu, dan dalam penyajian artikel diatas diberikan terjemahan interlinear Yohanes 17:12 yang tidak terdapat kata "ditentukan", saya kutip lagi ayatnya dengan perbandingan berbagai versi terjemahan, supaya dapat dimengerti dengan jelas : * Yohanes 17:12  LAI TB , Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kita Suci. NIV, While I was with them, I protected them and kept them safe by that name you gave me. None has been lost except the one doomed to destruction so that Scripture would be fulfilled. Bandingkan dengan :  LAI TL, Selagi Aku bersama-sama dengan mereka itu, Aku ini memeliharakan mereka itu atas nama-Mu yang Engkau karuniakan kepada-Ku, dan Aku sudah menjagai mereka itu, dan seorang pun tiada daripada mereka itu yang hilang kecuali anak kebinasaanitu, supaya isi Alkitab itu sampai. NASB, "While I was with them, I was keeping them in Your name which You have given Me; and I guarded them and not one of them perished but the son of perdition, so that the Scripture would be fulfilled. KJV, While I was with them in the world, I kept them in thy name: those that thou gavest me I have kept, and none of them is lost, but the son of perdition; that the scripture might be fulfilled.  NKJV, While I was with them in the world, I kept them in thy name: those that thou gavest me I have kept, and none of them is lost, but the son of perdition ; that the scripture might be fulfilled. TR, οτε ημην μετ αυτων εν τω κοσμω εγω ετηρουν αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι εφυλαξα και ουδεις εξ αυτων απωλετο ει μη ο υιος της απωλειας ινα η γραφη πληρωθη Translit. interlinear : hote {selama} êmên {Aku adalah} met {bersama} autôn {mereka} en {di dalam} tô kosmô {dunia} egô {Aku} etêroun {memelihara} autous {mereka} en {dalam} tô onomati {nama} sou {-Mu} hous {yang} dedôkas {Engkau sudah memberikan} moi {kepada-Ku} ephulaxa {Aku menjaga} kai {dan} oudeis {tidak ada seorangpun} ex {dari} autôn {mereka} apôleto {ia binasa} ei mê {selain daripada} ho huios {anak} tês apôleias {kebinasaan} hina {supaya} hê {yang} graphê { tertulis} plêrôthê {ia digenapi}"  Catatan : Naskah bahasa asli Yunani menulis "ο υιος της απωλειας ; ho huios tês apôleias" secara harfiah artinya "anak kebinasaan", namun LAI menterjemahkan secara "CALVINIS" banget (atau barangkali mirip dengan terjemahan NIV) yang seolah-olah Yudas ini memang sudah ditentukan untuk binasa.  Namun dengan mengkaji dari bahasa aslinya, kita bisa kita mengerti bahwa wataknya yang ia miliki 'sejak semula', itu yang menjadikannya binasa, bukan karena ia sudah ditentukan Allah untuk binasa demi memuluskan misi Yesus Kristus mati di kayu salib . Maka, saya condong pada terjemahan static ala King James, atau juga terjemahan-terjemahan lain yang tidak condong kepada suatu doktrin tertentu. "ο υιος της απωλειας ; ho huios tês apôleias" sebenarnya adalah berbicara tentang WATAK , suatu gambaran dari tabiatnya yang membawa dirinya pada kebinasaan. Artinya hal-hal yang membuatnya binasa adalah karena sikap, watak, dan perbuatan atas pilihannya sendiri. Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa dan memberkati mereka untuk ber-anak cucu, apakah Allah sudah menentukan manusia itu binasa karena dosa? Tentu tidak!