15.8.09

SIAPAKAH YESUS KRISTUS?

1. Siapakah Yesus Kristus itu?

Yesus Kristus adalah Anak Allah, dan satu dengan Allah

Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:16 TB)

Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10:30 TB)

Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa. Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah. " (Lukas 22:69-70 TB)

Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. (Yohanes 10:38 TB)

2. Di manakah Yesus sebelum Ia datang ke dalam dunia dan menjadi manusia?

Ia berada bersama-sama dengan Bapa di surga. Ia menjadikan dunia, dan segala isinya. Kita tahu tentang hal ini sebab Alkitab mengatakan kepada kita demikian.

Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:5-8 TB)

Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. (Mazmur 90:2 TB)

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1 TB)

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (Yohanes 1:3 TB)

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. (Yohanes 1:10 TB)

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. (Kisah Para Rasul 17:24 TB)

maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. (Ibrani 1:2 TB)

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. (Ibrani 11:3 TB)

3. Kapankah Yesus Kristus, Anak Allah itu, datang ke dalam dunia

Yesus lahir ke dalam dunia 2000 tahun yang lalu. Ia dilahirkan melalui Maria.

Jawab malaikat itu kepadanya [Maria]: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas 1:35 TB)

dan ia [Maria] melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2: 7 TB)

4. Di manakah Yesus dilahirkan?

Yesus dilahirkan di tanah Yudea, di kota Betlehem.

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (Matius 2:1 TB)

Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2:4-7 TB)


5. Siapakah ayah dan ibu Yesus?

Ibu-Nya adalah seorang anak dara Yahudi bernama Maria, tetapi ayah-Nya adalah Allah. Yesus dikandung oleh Roh Kudus di dalam rahim Maria, sang perawan Yahudi itu.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (Matius 1:20 TB)

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. (Matius 1:24-25 TB)

Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas 1:35 TB)


6. Apakah Yesus mempunyai saudara-saudara laki-laki dan perempuan?

Tiada anak lain yang mana Allah adalah Bapanya tetapi ibu Yesus dan ayah tiri-Nya, Yusuf, memiliki anak-anak selain Yesus. Keempat anak ini disebutkan dalam Perjanjian Baru, yaitu Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas, dan saudara-saudara perempuan-Nya.

Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" (Matius 13:55-56 TB)

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Markus 6:3 TB) Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. (Lukas 8:19 TB)

Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja. (Yohanes 2:12 TB)

7. Bagaimana kita tahu bahwa Yesus lain (berbeda, istimewa) dari pada yang lain?

Yesus berbeda dari pada yang lain sebab:

a. Sebelum Ia dilahirkan, kelahiran-Nya telah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Alkitab mencatat bahwa seorang malaikat mengatakan kepada Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, yang dikandung oleh Roh Kudus, dan nama-Nya akan disebut Yesus sebab Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka .

. . . Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21b TB)

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. "Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. (Matius 1:18-24 TB)

b. Ketika Ia dilahirkan, tempat dan peristiwa digenapi sesuai dengan yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama tentang Mesias.

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14 TB)

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:1 TB)

c. Ketika Yesus dilahirkan, malaikat-malaikat menampakkan diri kepada gembala-gembala yang sedang menjaga kawanan domba mereka. Malaikat-malaikat itu menyanyikan pujian kepada Allah, dan memberitakan kabar baik kepada gembala-gembala bahwa Juruselamat telah lahir. Mereka menyuruh para gembala untuk pergi dan mencari anak itu, dan ketika mereka menemukan-Nya, mereka menyembah Dia.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. "Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita. " Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. (Lukas 2:8-16 TB)

d. Orang-orang majus datang dari Timur sebab mereka melihat bintang-Nya yang di langit. Bintang itu bergerak dan diam di tempat anak itu berada. Orang-orang majus itu membawa persembahan dan menyembah Dia.

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia. "Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia. " Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (Matius 2:1-10 TB)

8. Apa yang kita tahu tentang masa kanak-kanak Yesus?

a. Keluarganya tidak kaya. Persembahan korban di Bait Suci yang dipersembahkan oleh Yusuf dan Maria adalah persembahan dari keluarga yang tidak kaya-yaitu, sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati (Lukas 2:24)

. . . dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati (Lukas 2:24 TB)

b. Ibu-Nya dan ayah tiri-Nya, Yusuf, adalah sepasang suami istri yang saleh yang mengasihi dan melayani Allah.

Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. (Lukas 2:39 TB)

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. (Lukas 2:41 TB)

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (Matius 1:19 TB)

kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." (Lukas 1:27-28 TB)

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. (Lukas 2:22 TB)

Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kernbalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. (Lukas 2:39-43 TB)

c. Ayah tiri-Nya, Yusuf, adalah seorang tukang kayu, dan Yesus sendiri menjadi seorang tukang kayu seperti Yusuf.

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon. . .? (Markus 6:3 TB lihat juga Matius 13:55 TB)

d. Ia mengikuti ibadah di dalam rumah ibadah Yahudi setiap hari Sabat.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. (Lukas 4:16 TB)

e. Ketika Ia berumur 12 tahun, Ia dibawa ke kota Yerusalem.

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua betas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka be jalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. (Lukas 2:41-43 TB)

f. Yesus bertumbuh dan dikasihi Allah dan semua orang.

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Lukas 2:52 TB)

9. Umur berapakah Yesus ketika Ia mulai berkhotbah?

Yesus berumur kira-kira 30 tahun ketika Ia mulai berkhotbah.

Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. (Lukas 3:23 TB)

10. Pesan apakah yang Ia beritakan?

Ia memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Sorga dan memanggil orang-orang untuk bertobat dari dosa-dosa mereka sebab Kerajaan Sorga sudah dekat. Ia juga memanggil orang untuk mengikut Dia, dan bahwa Ia memberikan hidup kekal kepada mereka yang percaya dan mengikut Dia. Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 4:17 TB)

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Lukas 4:17-21 TB)

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat." (Lukas 5:32 TB)

Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Lukas 7:22 TB)

Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. (Lukas 13:3 TB)

dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dart Yerusalem. (Lukas 24:47 TB)


11. Apa lagi yang diperbuat Yesus?

Selain berkhotbah Yesus juga menyembuhkan orang-orang sakit dan membangkitkan orang-orang mati. Ia juga mengajar orang-orang untuk mengasihi dan melayani Allah, dan mengasihi sesama. Ia hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan baik.

Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Lukas 7:22 TB)

Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. (Kisah Para Rasul 10:38 TB)

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Markus 12:30-31 TB)

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (Yohanes 13:34 TB)

Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Matius 4:23 TB)


12. Mengapa Yesus dapat menyembuhkan orang sakit dan dapat membangkitkan orang mati?

Sebab Yesus adalah Allah, dan Ia berkuasa atas segala penyakit dan maut.

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." (Yohanes I 1:25 TB)

dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (2 Timotius I:10 TB)

13. Jikalau Yesus adalah Allah, mengapa Ia rela meninggalkan surga dan menjadi manusia lalu mati bagi kita?

Yesus rela mati bagi kita sebab Ia mengasihi kita, meskipun kita tidak mengenal dan mengasihi-Nya. Tidak ada cara lain dimana orang dapat diselamatkan dari dosanya selain pengorbanan oleh seseorang yang tidak berdosa bagi orang berdosa sebagai penggantinya sendiri.

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya /a memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. (Ibrani 2:14-15 TB)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16 TB)

Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:7-8 TB)

14. Bagaimana kita tahu bahwa Yesus adalah Allah?

a. Yesus Kristus adalah logos atau Firman dalam Yohanes 1:1 dan logos itu adalah Allah.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . . Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes l: 1, 74 TB)

b. Yesus Kristus disebut sebagai Tuhan dan Allah.

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28 TB)

c. Yesus Kristus selalu memiliki natur Allah .. . . yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. (Filipi 2:6 TB)

d. Dalam Yesus Kristus berdiam secara jasmani seluruh kepenuhan ke-Allahan

Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. (Kolose 2:9 TB)

e. Yesus Kristus disebut Allah oleh Allah Bapa sendiri. Tetapi tentang Anak Ia [Allah] berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. (Ibrani 1:8 TB)

f. Yesus Kristus disebut oleh nabi sebagai Allah yang Perkasa.

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5 TB)

g. Yesus Kristus disebut sebagai Anak Tunggal Allah.

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (Yohanes 1:18 TB)

Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:16 TB)

h. Yesus Kristus adalah Allah Mahabesar yang kita nantikan kedatangan-Nya. . . . . dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus. (Titus 2:13 TB)

i. Yesus Kristus adalah Allah yang harus dipuji selama-lamanya Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! (Roma 9:5 TB)

j. Yesus Kristus adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. (1 Yohanes 5:20 TB)

15. Jikalau Yesus itu Allah, mengapa Ia tidak menyelamatkan diri Nya di atas kayu salib?

Jika Yesus tidak mati di atas kayu salib, maka tak seorangpun dari kita yang selamat. Kita semua telah berdosa dan Alkitab berkata bahwa upah dosa adalah maut. Yesus mati sebagai pengganti kita Ia datang ke dalam dunia dengan maksud dan tujuan itu.

Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. (Yohanes 12:27 TB)

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. (Roma 3:23 TB)

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 6:23 TB)

Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:11-12 TB)

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. (Roma 5:15 TB)

. . . supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (Roma 5:21 TB)

16. Bukti-bukti apakah yang ada bahwa Yesus Kristus itu benar­ benar dibangkitkan dari orang-orang mati?

a. Yesus sendiri mengatakannya - Ia berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan bangkit dari orang-orang mati pada hari yang ketiga.

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (Matius 16:21 TB)

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (Lukas 24:44 TB)

b. Yesus terlihat oleh banyak orang pada waktu-waktu yang berbeda setelah kebangkitan-Nya - Ia dilihat oleh Maria Magdalena (Markus 16:9); perempuan-perempuan yang lain (Matius 28:9); kesebelas murid (Lukas 24:36); murid-murid di danau Galilea (Yohanes 21:1); lima ratus atau lebih orang (1 Korintus 15:6); Yakobus, saudara Yesus (1 Korintus 5:7); murid-murid pada waktu pengangkatan-Nya (Lukas 24:50,51 Paulus di jalan menuju Damsyik (Kisah Rasul 9:5).

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. (Markus 16:9 TB)

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. (Matius 28:9 TB)

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" (Lukas 24:36 TB)

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. (Yohanes 21:1 TB)

Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. (1 Korintus 15:6-7 TB)

Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. (Lukas 24:50-51 TB)

Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan? "Kata-Nya: 'Akulah Yesus yang kauaniaya itu. (Kisah Para Rasul 9:5 TB)

c. Sejumlah orang yang dulunya tidak percaya bahwa Yesus bangkit melihat bekas paku pada tangan dan kaki-Nya.

Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: 'Adakah padamu makanan di sini?" (Lukas 24:39-41 TB)

Tetapi Tomas, seorang dari kedua betas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya. "Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:24-27 TB)

d. Murid-murid Yesus berubah dari keadaan lemah, putus asa dan takut menjadi saksi-saksi dinamis yang penuh pengharapan dan penuh keberanian sebab mereka melihat Tuhan yang telah bangkit itu.

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. (Markus 14:50 TB)

Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh. (Lukas 22:54 TB)

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yohanes 20:19 TB)

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. (Kisah Para Rasul 2:14 TB)

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. (Kisah Para Rasul 2:32 TB)

Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. " (Kisah Para Rasul 2:36 TB)

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati. (Kisah Para Rasul 2:46 TB)

Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? (Kisah Para Rasul 3:12 TB)

Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. (Kisah Para Rasul 3:14-15 TB)

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. " Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. (Kisah Para Rasul 4:12-13 TB)

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar. " (Kisah Para Rasul 4:19-20 TB)

17. Apa arti kebangkitan bagi kita sekarang?

Kebangkitan berarti bahwa kita mempunyai Tuhan yang hidup yang telah mengalami segala penderitaan dan pencobaan di dunia ini, namun tanpa dosa dan Ia telah mengalahkan maut. Kebenaran ini akan menguatkan dan memberi penghiburan kepada kita bahwa Tuhan kita yang hidup itu memahami segala pengalaman dan pencobaan yang kita alami. Kebangkitan juga memberi jaminan akan kebangkitan kita pada masa yang akan datang serta jaminan akan hidup yang kekal setelah kematian.

Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. (1 Korintus 15:17 TB)

Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. (Ibrani 7:24-25 TB) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (1 Yohanes 2:1 TB)

18. Setelah Yesus dibangkitkan, ke manakah Ia pergi?

Yesus terangkat ke sorga setelah dibangkitkan dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Banyak orang yang mengasihi-Nya melihat-Nya terangkat ke sorga.

Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kisah Para Rasul 1:3 TB)

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?

Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga. " (Kisah Para Rasul 1:9-11 TB)


19. Apa janji Yesus kepada murid-murid-Nya?

Setelah Yesus terangkat ke sorga, seorang malaikat berkata kepada orang-orang yang melihat pengangkatan Yesus bahwa Yesus akan kembali dengan cara yang sama. Perkataan ini cocok dengan apa yang telah dikatakan berkali-kali oleh Tuhan Yesus sendiri waktu ia masih hidup di bumi.

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." (Kisah Para Rasul 1:10-11 TB)

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:2-3 TB)

. . . Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat. Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya para pembaca hendaklah memperhatikannya maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. (Markus 13:12-14 TB) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. (Markus 13:22 TB)

Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. (Markus 13:29 TB)


20. Apakah Yesus sudah kembali ke dalam dunia?

Belum. Namun, Ia bisa datang kapan saja tanpa kita ketahui. Tidak seorangpun yang tahu tentang hari dan waktu, jadi kita seharusnya siap selalu menantikan kedatangan-Nya.

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. (1 Tesalonika 4:16 TB)

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Matius 24:30 TB) Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. (1 Tesalonika 5:1-2 TB)

21. Di manakah Yesus sekarang?

a. Yesus berada di sorga dan duduk di sebelah kanan Allah menjadi perantara bagi kita.

Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (Roma 8:34 TB)

Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." (Markus 14:62 TB)

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. (Markus 16:19 TB)

Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. (Kisah Para Rasul 7:55 TB)

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. (Kolose 3:1 TB)

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. (Ibrani 1:3 TB)

Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga. (Ibrani 8:1 TB)

Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah. (Ibrani 10:12 TB)

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (Ibrani 12:2 TB)

yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. (1 Petrus 3:22 TB)

b. Yesus juga diam di dalam setiap kita yang percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ia memelihara dan melindungi kita walaupun kita tidak bisa melihat Dia dengan mata kita.

Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia”. (Yohanes 14:23 TB)

22. Bagaimana saya percaya kepada-Nya?

Anda harus meminta-Nya untuk mengampuni dosa anda, dan meminta-Nya untuk masuk ke dalam hati Anda, Serahkanlah seluruh kehidupan kepada-Nya dan taatilah kehendak-Nya.

Lihat, Aku berdiri di muka Pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20 TB)

Jawab mereka [Paulus dan Silas]: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu. " (Kisah Para Rasul 16:31 TB)

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. (Yohanes 1:12 TB)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16 TB)

tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (Yohanes 20:31 TB)

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:9-10 TB)

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. (Roma 10:13 TB)


Setelah Anda Percaya dalam hati & Mengaku dengan mulut bahwa YESUS adalah TUHAN, carilah Gereja yang Benar & Bersedia membantu Anda untuk bertumbuh melalui Pemuridan, atau hubungi Gereja TRINITY Jl. Manyar Kertoarjo IV / 27 Surabaya Tel. (031) 7232 0693



21.7.09

PERNIKAHAN KEDUA TERANCAM BUBAR

Pernikahan Kedua terancam Bubar

Tanya:

Bapak Pendeta yang saya hormati, pernikahan saya yang kedua terancam bubar, dan saat ini suami saya sedang mengurus perceraian kami. Saya pernah menikah saat usia 22 tahun. Empat tahun menikah, kami bercerai karena saya merasa tidak cocok. Setahun setelah bercerai saya menikah lagi. Suami dan saya berbeda kepercayaan, ini bukan masalah karena sejak awal kami sudah membuat kesepakatan tentang perbedaan iman ini. Pernikahan yang semula saya harapkan lebih baik ternyata juga berjalan tidak mulus. Suasana pernikahan yang harmonis hanya menjadi impian, karena tiada hari tanpa berselisih paham. Saat ini merupakan tahun ketiga pernikahan kami dan suami saya sedang menuntut cerai dengan alasan tidak ada lagi kecocokan. Saya berupaya supaya kami tidak bercerai. Sudah 4 bulan kami pisah rumah dan rasanya memang sulit mempertahankan rumah tangga ini. Saya berpikir, mungkin perceraian memang jalan yang terbaik?

Lily


Jawab:

LILY, tidak ada individu yang ingin gagal dalam pernikahan, setiap orang ingin pernikahan yang langgeng dan bahagia. Namun tidak jarang dijumpai realita yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga munculah konflik-konflik dalam rumah tangga. Ketika masalah terjadi maka ada yang kemudian mencoba memperbaiki, ada yang bertahan tanpa melakukan apa-apa, tapi ada juga yang kemudian (tanpa melakukan upaya tertentu) langsung terpikir dan memutuskan untuk berpisah/bercerai. Dalam keputusan bercerai yang diambil, mungkin ada juga harapan bahwa ini menjadi pengalaman yang berharga untuk kesempatan di masa depan, pengalaman yang bisa menjadi modal untuk mendapatkan kebahagiaan, sehingga banyak yang kemudian memberanikan diri untuk terikat kembali dalam lembaga pernikahan, dengan harapan kali ini akan lebih baik. Namun tidak jarang kembali mendapati realita yang tidak sesuai dengan harapan. Mengapa ini bisa terjadi?

1) Dalam memulai pernikahan, alasan untuk mendapatkan kebahagian ternyata tidak cukup.Ada hal lain yang perlu dipikirkan ketika seseorang akan menikah kembali. Di antaranya yang perlu dipikirkan adalah kesiapan secara mental. Kesiapan secara mental berkaitan dengan apakah berdasarkan pengalaman masa lalu, saya bisa menerima kelebihan dan kekurangan pasangan dalam mengerjakan pernikahan, dan membuat pernikahan menjadi sarana pertumbuhan individu menjadi individu yang dewasa. Karena perlu disadari tidak ada satu pun pasangan yang benar-benar cocok dan bebas dari masalah.

2) Berikutnya adalah kenyataan akan setiap individu dalam pernikahan yang membawa pola-pola dan pengalaman dari keluarga asal. Pola dan pengalaman keluarga asal ini akan menentukan bagaimana pola relasi keduanya dalam pernikahan. Konflik muncul karena seringkali pola dan pengalaman relasi yang dibawa berbeda.

3) Hal lain adalah setiap individu ternyata mempunyai kebutuhan utama (primary need), yang belum tentu bisa dikenali oleh pasangan dalam pernikahan. Ada individu yang kebutuhan utama bertahan hidup, atau dikasihi, atau kekuasaan atau sukses,atau kebutuhan utamanya kebebasan, atau mendapatkan kesenangan. Ketika pernikahan hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan tiap individu di dalamnya yang berbeda, maka saat individu tersebut tidak mendapatkan kebutuhan utama dari pasangannya, yang terjadi adalah kekecewaan demi kekecewaan, yang bisa menimbulkan rasa ketidakcocokan. Ini bisa terjadi ketika pola komunikasi yang dibangun tidak sehat, di mana kesempatan mengenal pasangan secara personal akhirnya tidak terbangun.

4) Perbedaan iman, walaupun sudah disadari sejak awal, ternyata (tanpa disadari) bisa menimbulkan respon yang berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah. Kalaupun secara kepribadian ternyata ada banyak perbedaan yang muncul, tentunya ketika memiliki iman yang sama paling tidak ada kesamaan sikap dan keyakinan dalam hal menjembatani perbedaan tersebut. Ada satu titik berpijak yang sama ketika memikirkan jalan keluar dari masalah yang terjadi. Oleh sebab itu firman Tuhan menyatakan “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya (2 Kor 6:14)”, merupakan sebuah peringatan untuk tidak memandang ringan perbedaan iman. Walaupun sering kali muncul dalam pikiran kita siapa tahu melalui pernikahan, pasangan akhirnya mau menjadi satu iman dengan kita.

Melihat keempat hal tersebut di atas, perlu disadari di mana posisi Ibu saat ini sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Tuhan kiranya menolong Anda

TENTANG KERUDUNG / JILBAB

Tentang Kerudung / Jilbab

Tanya:

Pak Pendeta, kampanye pilpres ini membuat saya terusik juga karena simbol-simbol keagamaan mulai dibawa-bawa. Sebagaimana kita ketahui, belum lama ini ada parpol yang mengusulkan agar istri capres SBY dan istri cawapres Boediono memakai jilbab. Usul ini mungkin untuk mengimbangi istri-istri Pak Jusuf Kalla dan Wiranto yang mengenakan jilbab.

Hala Santama


Jawab:
SAUDARAKU Hala Santama yang dikasihi Tuhan, menarik apa yang Anda pertanyakan. Mengenai simbol-simbol keaga-maan dibawa-bawa, khususnya dalam konteks kampanye bukan hanya monopoli pemakaian jilbab saja. Dalam menarik simpati kons-tituen hampir setiap partai mema-kai simbol-simbol keagamaan se-suai dengan target yang ingin dicapai. Soal simbol keagamaan seperti ini menurut hemat saya tidaklah elok dibawa ke ranah politik. Hal seperti ini sangat rawan benturan dan kecurigaan menda-lam antara masing- masing peng-guna simbol. Di sisi lain juga sangat manipulatif terhadap kemurnian keimanan, apa pun agamanya.

Nah, dalam kasus SBY-Boediono, apa yang diusulkan parpol koalisi adalah dalam rangka membangun citra yang muslimah. Di sini, kasus-nya bisa berbeda dengan pema-kaian simbol keagamaan umum-nya. Misalnya istri Pak JK dan Wiran-to, setahu saya selalu berjilbab, jauh sebelum kampanye. Jadi, jilbab bagi istri pasangan JK-Win gaya berpakaiannya, yang sering disebut sebagai model yang musli-mah. Bahwa kemudian, jika istri masing-masing pasangan SBY-Boediono juga memakainya dalam masa-masa kampanye ini, tentu saja tak dapat kita larang. Ada banyak alasan untuk menggunakan jilbab, sekalipun mungkin hanya sesaat. Itu soal pemakian jilbab dalam masa kampanye.

Lalu, mengapa wanita Kristen masa kini tidak mengenakan keru-dung? Mari kita lihat apa yang ter-catat di Alkitab. Dalam Alkitab ada disebut tentang “ikat-ikat kepala” yang biasa dipakai perempuan Israel, semacam selendang, yang da-lam bahasa Ibrani disebut mith-pakhat (Yesaya 3: 23). Paulus mengajarkan agar perempuan-perempuan Korintus mengenakan tudung kepala (1 Korintus 11: 2-10). Penutup kepala untuk pe-rempuan, atau yang biasa kita sebut kerudung adalah bagian dari cara perempuan Israel berpakaian. Kerudung ini terdiri dari beberapa macam. Untuk perempuan kala-ngan atas, biasanya mereka mema-kai kerudung yang lebih panjang. Sementara pada perempuan kelas bawah, kerudung juga sering dimanfaatkan untuk membawa atau membungkus barang.

Nah, ini lebih menyangkut kepada tradisi Yahudi ketimbang unsur teologis. Jadi dalam tradisi Yahudi, bahkan kemungkinan di wilayah Timur Tengah, pemakain kerudung adalah biasa. Dan keru-dung sudah dikenal sejak era Perjanjian Lama, jauh sebelum Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia. Bah-wa, apakah tidak se-baiknya wanita Kristen di Indonesia berkeru-dung, itu adalah hal yang relatif, itu soal selera berpakaian. Para suster misalnya, semua memakai kerudung se-bagai uniform mereka. Dengan mudah kita bisa mengenali suster Katolik dengan pakaian mereka yang khas. Namun, dalam Protestan juga ada susteran seperti yang diketuai oleh Ba-silea Schlink. Mereka juga memakai kerudung yang sama dalam model yang sedikit berbeda.
Jadi, orang Kristen di Indonesia yang memakainya juga ada, yaitu para suster. Artinya kerudung ini bukan hal yang asing bagi kekris-tenan. Bahwa berkerudung diang-gap sebagai pakaian yang sopan, agung dan berwibawa, sangat ter-gantung pada pemakainya. Karena Alkitab juga mengajarkan bahwa kecantikan sejati (sopan, agung, wibawa) seorang wanita bukan terletak pada pakaian atau perhia-sannya, melainkan sikap hatinya (Amsal 31: 30).

Nah, Hala yang dikasihi Tuhan, menurut hemat saya, kerudung biarlah dipakai sebagai kesukaan dari seseorang, bukan sebagai kewajiban, apalagi paksaan. Dan seperti yang dikatakan di atas, pakaian memang bisa saja mencermikan pribadi si pemakai, tetapi juga bisa jadi “pembungkus” suatu rahasia. Akhirnya, sekali lagi, yang penting adalah perilaku pemakainya.
Dalam konteks Korintus, Paulus meminta wanita berkerudung sangat lokalistik, karena dia tidak me-nuliskan itu kepada jemaat perem-puan di kota lainnya. Korintus me-mang diwarnai oleh berbagai hal yang tidak sejalan dengan kekriste-nan, mulai dari makanan berhala, hingga penyalahgunaan kebebasan. Paulus ingin jemaat itu hidup tertib (1 Korintus 14: 40), dalam ibadah, termasuk dalam berpakaian. Jadi konteks ini tidak dapat digeneralisasi. Hal yang situasional, yang sangat bergantung pada kondisi yang ada, bisa jadi pilihan yang tepat, dan memiliki nilai lokal yang baik. Kasus ini mirip dengan sunat bagi orang Yahudi. Mereka terjebak hanya pada nilai sunat secara ritual saja, padahal Tuhan mau sunat juga harus dipaha-mi sebagai sunat hati (spiritual). Ak-hirnya sunat yang memang baik secara medis itu menjadi kehilangan makna yang sesungguhnya.

Jadi, jika ada perem-puan Kristen yang me-makai kerudung, dia tidak boleh terjebak pada model pakaian itu. Dia tidak boleh berpikir bahwa dengan berpa-kaian seperti itu maka dia adalah wanita yang baik. Karena sifat baik bukan soal model pa-kaian, melainkan perila-ku hidup. Jaman seka-rang, di era fashion yang multimodel, banyak fal-safah yang coba diba-ngun. Model pakaian diberi makna yang men-dalam, namun sangat “aksesoris”, karena sama sekali tidak mencermin-kan originalitas karakter pemakai-nya. Dan inilah era kita.
Akhirnya berkerudung atau tidak, sah-sah saja, tetapi me-nyimpulkan bahwa perempuan berkerudung berarti perempuan yang sopan, agung dan wibawa, tentu saja patut dipertanyakan, sekalipun sebagai model memang tampak sopan. Demikianlah Hala Santama yang dikasihi Tuhan, jawaban yang dapat saya berikan, semoga bisa menjadi inspirasi dan berkat yang limpah

JIKA ALLAH ITU KASIH, MENGAPA ADA NERAKA?

Jika Allah Maha Kasih, Mengapa Ada Neraka?

Tanya:
Bapak Pengasuh yang baik, saya ingin bertanya: 1. Kalau memang Allah mahakasih, mengapa harus ada neraka? Dan kalau Allah hadir, mengapa tidak semua orang selamat? 2. Menurut Bapak, siapa sebenarnya nenek moyang kejahatan itu? Kalau kita berdosa disebabkan oleh pribadi lain, bukankah penyebab pertama yang seharusnya bertanggung jawab terhadap dosa tersebut, bukan manusia.

Theo

-------------------------------------------------------------


Jawab :
Sdr. Theo yang kekasih, pertanyaan yang Anda ajukan bukan hanya satu, tetapi saya akan coba jawab sebagai satu kesatuan. Hal ini agar alurnya menjadi jelas dan diharapkan juga bisa menjelaskan berbagai kemungkinan pertanyaan lainnya yang mungkin masih tersisa.

Allah Mahakasih, itu sudah pasti dan sesuai dengan kesaksian Alkitab (I Yohanes 4:8, dan ayat lainnya). Dengan adanya neraka, apakah itu berarti Allah tidak mahakasih? Mari kita bandingkan dan pikirkan: Apakah adanya penjara sebagai bukti negara tidak memiliki kasih (baca: tanggung jawab)? Jika orangtua memukul anak, apakah itu berarti kebencian? Justru jika orangtua tidak memukul anaknya, atau tidak ada penjara bagi penjahat, artinya kasih tidak ada. Kasih mendidik dan bertanggung jawab. Harus diingat, kasih tanpa hukum adalah liar, dan hukum tanpa kasih adalah ilegalistik.

Jadi kasih tidak bisa berdiri sendiri tanpa hukum. Dan kasih tidak dapat dipahami tanpa hukum (jadi adanya neraka malah menolong kita memahami kasih Allah). Sementara neraka adalah buah karya orang berdosa yang tidak bertobat. Harus diingat, yang pertama kali berdosa adalah manusia, karena tidak menaati perintah Tuhan. Dalam konteks dosa, kewajiban Tuhan hanya satu yaitu menghukum manusia sesuai ketentuan yang ada. Jangan makan (buah di tengah Taman Eden), jika engkau makan maka engkau akan mati (Kej 2.17). Manusia (Adam dan Hawa) melanggarnya bersepakat dengan Iblis, yang berarti melawan perintah Allah. Neraka menanti hasil perbuatan manusia.

Jadi, neraka adalah buah karya manusia, bukan Allah. Semua manusia sudah seharusnya masuk neraka, tapi Allah malah menyelamatkan mereka yang percaya (kok mau ya?), Itulah kasih yang maha. Dengan demikian, bagaimana kita mengatakan bahwa Allah tidak mahakasih? Tidak semua manusia selamat, karena tidak semua percaya dan masuk dalam kasih karunia. (Ingat, dalam konteks ini Allah tidak berkewajiban menyelamatkan, sebaliknya menghukum). Itulah sebabnya Allah yang mahahadir, mahatahu, dan mahasuci itu disebut mahakasih karena menyelamatkan manusia yang seharusnya binasa. Nah, jatuhnya manusia ke dalam dosa disebabkan manusia sendiri yang mau mempercayai godaan iblis, dan mengabaikan perintah Allah.

Penyebab pertama yang mesti dihukum, itu sudah pasti. Iblis, bapak segala dosa, sejak awal sudah dihukum, diusir dari surga karena pemberontakannya sebagai malaikat Tuhan (sama seperti manusia yang ingin sama dengan Allah). Lalu iblis ini mencari pengikut dengan cara yang sama yaitu menggoda manusia untuk menjadi sama dengan Allah. Dan manusia mau dengan segenap hati, ya sudah selayaknya dihukum.

Contoh lain. Ada seorang pencuri profesional mengajak orang lain mencuri, lalu ditangkap polisi. Apakah orang yang hanya ikut-ikutan ini akan dibebaskan? Tentu tidak bukan? Karena dia melakukannya dengan kesadaran penuh. Jangankan melakukan pencurian, menyembunyikan penjahat yang buron saja sudah merupakan kejahatan. Jadi sesungguhnya tidak ada masalah dengan adanya neraka, malah sangat perlu, karena kita jadi tahu betapa Allah mengasihi kita sehingga kita bebas dari neraka. Kalau tidak ada neraka, bagaimana kita tahu Allah itu mahakasih?

Sebagai manusia berdosa yang dengan kesadaran penuh ikut berbuat dosa, dengan tidak mempercayai Allah sudah selayaknya kita masuk neraka. Tetapi kita diselamatkan-NYA. Mari, dengan jujur kita melihat kehidupan kita setiap hari, apakah ada hari tanpa dosa (iri hati, tidak puas, benci, dan lain-lain)? Kalau Allah tidak mahahadir dalam kehidupan kita, kalau Allah tidak memelihara kita, kalau Allah tidak mengampuni kita, kalau dan kalau lainnya, akan jadi apa kita ini?

Nah, Sdr. Theo, kita patut bersyukur karena mengenal dan dikasihi Allah yang mahakasih itu. Sekarang adalah tugas kita mengingatkan sebanyak mungkin orang agar percaya kepada Yesus Kristus juruselamat dunia penebus dosa, agar mereka tidak masuk neraka. Bukankah kita tidak suka dengan neraka? Maka jangan biarkan orang lain masuk ke sana. Syalom.

MENGAPA TUHAN MENCIPTAKAN SETAN?

Mengapa TUHAN menciptakan Setan?


Tanya :

Pak Pendeta, Tuhan kan mahatahu dan mahakuasa, tetapi mengapa DIA menciptakan setan dan dibuang ke Bumi untuk mengganggu orang percaya? Orang percaya yang sudah meninggal, apakah rohnya langsung terangkat ke surga, ataukah ditempatkan di suatu tempat seperti Lazarus, yang kemudian pada hari penghakiman baru dipisahkan? Kalau ada suami-istri, salah satunya dari mereka meninggal (yang tidak percaya), bagaimana kita mendoakannya?

Rachel
Bintaro



Jawab :
RACHEL yang dikasihi Tuhan, bebicara tentang mati dan dunia orang mati memang penuh misteri, apalagi tentang se-tan, khususnya bagi kita yang ada di dunia timur. Mari kita mulai de-ngan pertanyaan yang pertama. Tuhan mahatahu dan mahakuasa, itu benar dan pasti. Namun me-ngapa Tuhan menciptakan setan dan membuangnya ke Bumi, itu tidak benar. Ingat Tuhan itu suci, jadi DIA tidak menciptakan dosa, tidak menciptakan setan bapak segala dosa.

Kisah tentang asal-usul setan hanya sekilas di dalam Alkitab, yang banyak adalah karyanya dalam menggoda dan merusak manusia. Setan pada mulanya adalah malai-kat yang sempurna sama dengan yang lainnya. Namun, malaikat yang digambarkan sebagai bintang timur itu (Yesaya 14:12-15) ingin men-jadi sama dengan Allah. Keinginan inilah yang membuat setan diusir dari hadapan Allah, dan dibuang ke dunia orang mati (gambaran keja-tuhan). Setan ini pula yang kemu-dian menggoda Hawa agar melang-gar perintah Allah, yaitu agar me-makan buah yang dilarang oleh Allah. Tawaran dalam godaannya sama dengan keinginan dirinya, yaitu bahwa manusia akan menjadi sama dengan Allah. Setan yang disebut juga sebagai bapak segala dusta, selalu berusaha menggoda sebanyak mungkin manusia agar tidak percaya atau memberontak kepada Allah.

Jadi, sekali lagi, Allah tidak pernah menciptakan dosa, tidak mencipta-kan setan, sama seperti tidak men-ciptakan manusia yang berdosa. Allah menciptakan manusia sem-purna, segambar dan serupa de-ngan Allah, tetapi manusia tergoda oleh setan dan melawan perintah Allah. Manusia menjadi berdosa karena dirinya sendiri, demikian juga setan. Setan ada di Bumi bukan untuk merepotkan orang percaya. Justru sebaliknya, sangat lucu sekali kenapa manusia mau mendengar suara setan—seperti yang dilakukan oleh Hawa di taman eden—bukan suara Allah. Dan juga penting, Rachel yang dikasihi Allah, jangan lupa setelah manusia jatuh ke dalam dosa maka dia binasa, namun jika manusia percaya kepada Yesus Kristus dosanya akan diampuni dan mereka yang per-caya dijadikan anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Dan, yang hebat-nya anak-anak Allah dilindungi oleh Roh Kudus, dan bahwa setiap orang percaya lebih besar dari apa pun di dunia ini, termasuk menang atas setan (1 Yohanes 4: 4).

Jadi ya, kita tidak perlu repot-repot amat terhadap setan, kan? Tetapi dengan jujur harus kita akui bahwa kita sebagai orang percaya adalah umat yang seringkali tidak taat sepenuhnya kepada keteta-pan hukum Allah. Nah, di waktu tidak taat itulah setan menang atas orang percaya. Jadi, soal setan bisa ngerepotin atau tidak, itu sangat tergantung pada hubungan kita dengan Allah, bukan setan.

Soal apakah orang percaya yang mati langsung ke surga, indikasinya lebih kental. Lihat saja ucapan Yesus pada penyamun yang per-caya di kayu salib. Tuhan berkata: “Saat ini engkau ada bersama dengan Aku di Firdaus” (Lukas 23: 43). Ada yang berkata bahwa Fir-daus itu “ruang tunggu” di surga, padahal si penyamun yang percaya itu jelas ada bersama Yesus. Apakah Yesus juga ada di ruang tunggu?

Soal ruang antara ini, atau yang biasa disebut intermediate state, memang ada beberapa pendapat. Tapi mari kita sederhanakan, yaitu bahwa manusia ketika mati maka dia lepas dari ruang dan waktu. Manusia ketika berada di luar ruang dan waktu maka realitanya tentu saja berbeda dengan kita yang berada di dalam ruang dan waktu. Jadi, soal konsep ruang tunggu di surga tidak terlalu jelas, dan juga tidak terlalu amat sangat penting (itu sebab Alkitab tidak banyak membicarakannya). Karena yang terpenting soal surga adalah, barang siapa yang mati di dalam iman kepada Yesus Kristus, maka dia berada di tempat yang telah disediakan oleh Tuhan Yesus, yaitu di surga mulia (Yohanes 14:1-3). Surga adalah tempat persekutuan kekal orang percaya dan Yesus kepala gereja yang sejati. Pengha-kiman terakhir jelas ada, tapi bukan lagi untuk menentukan hal masuk surga atau tidak, melainkan penje-lasan yang tidak terbantah me-ngapa seseorang masuk atau tidak.

Sementara kisah Lazarus harus dipahami kebenarannya, yaitu orang percaya dan tidak, akan terpisah dan tidak terhubungkan. Jadi bukan soal berbicara, menye-berang, atau memberi air, dan lain sebagainya, karena semua itu adalah piguratif. Jadi kisah Lazarus dan orang kaya tidak menggambar-kan kuantitas situasi tempatnya tapi kualitas hakekat keter-pisahannya.
Dan yang terakhir, soal suami istri, di mana pasangannya meninggal dalam keadaan tidak percaya ke-pada Tuhan Yesus, lalu bagaimana pasangan yang hidup mendoakan-nya? Adalah sangat terlambat keinginan mendoakan orang yang sudah meninggal, karena tidak ada lagi hubungan antara yang hidup dan yang mati. Jika ingin berdoa, maka doakanlah setiap kerabat yang belum percaya selagi hidup, agar mereka bisa percaya. Berita-kan Injil dan jadikan diri kita sebagai saksi Injil yang hidup.

Dalam kisah Lazarus dengan jelas Abraham berkata, “Tidak ada hubungan antara neraka dan surga, begitu juga orang hidup dan orang mati”. Mau percaya atau tidak adalah soal ketika masih hidup di dunia ini. Di sini, di dunia ini kita memiliki Alkitab yang leng-kap, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, bacalah selagi hidup. Di dunia ini ada gereja tem-pat orang percaya bersekutu dan bertumbuh dalam kebenaran, ikutilah. Mari kita doakan yang ma-sih hidup, bukan yang sudah mati, dan ajak mereka beribadah, dan semoga kita tidak terlambat (mereka mati sebelum percaya).

SPIRITUALITY TYPES

Setiap orang memiliki cara berpikir, cara bersikap dan cara berhubungan yg unik dengan orang lain. Demikian juga saat kita berhubungan dengan Tuhan. Tipe-tipe spiritualitas merupakan berbagai macam cara orang berhubungan dengan Tuhan.

Ada 7 tipe kerohanian, dimana masing-masing orang memiliki minimal 1-2 yang paling alamiah dan 1-2 yang membutuhkan usaha untuk melakukanya:

  1. Tipe Pemikiran (Intelektual)
    Merasa sangat dekat dengan Tuhan ketika belajar sesuatu yang baru tentang Tuhan, benar-benar tahu tentang apa yang diyakini, senang belajar Alkitab & buku rohani, gemar mendiskusikan hal-hal doctrinal. Contoh : Rasul Paulus.
  2. Tipe Penyembahan
    Merasa sangat dekat dengan Tuhan dalam ibadah pujian penyembahan, bersemangat memuji Tuhan, senang dengar lagu rohani. Contoh dalam Alkitab: Daud (menulis banyak mazmur)
  3. Tipe Naturalis
    Merasa sangat dekat dengan Tuhan melalui alam ciptaan-Nya, mudah tersentuh hatinya menyaksikan Allah dalam keindahan alam. Contoh : Saya sendiri, hehehe...
  4. Tipe Aktivis
    Merasa sangat dekat dengan Tuhan saat melayani Tuhan dalam gereja dan masyarakat, kepedulian social tinggi, bersemangat untuk ambil tindakan nyata, rela berkorban untuk perubahan yang baik. Contoh: Nehemia
  5. Tipe Perenungan (Kontemplatif)
    Merasa sangat dekat dengan Tuhan ketika sendiri dengan Tuhan dalam keheningan dan keteduhan, senang merenungkan Tuhan dalam kesendirian, tidak terburu-buru. Contoh: Maria (SAUDARA Marta)
  6. Tipe Persekutuan (Relasional)
    Merasa sangat dekat dengan Tuhan ketika berkumpul bersama orang lain, mementingkan komunitas, mendorong dan menjaga hubungan dengan orang lain, senang ikut kelompok kecil. Contoh: Petrus
  7. Tipe Pelayanan
    Merasa sangat dekat dengan Tuhan ketika menolong dan meringankan beban orang lain,senang mengunjungi orang lain, rela menyumbang untuk kebutuhan orang lain, peduli orang sakit & menderita. Contoh : Dorkas.

Kita dapat terus bertumbuh dalam hubungan dengan Tuhan sesuai tipe kerohanian kita masing-masing. Kita harus terus bertumbuh “mengasihi Tuhan dengan segenap hati” dengan mengembangkan hubungan dengan Tuhan sesuai tipe kerohanian kita dan “mengasihi sesama seperti diri sendiri” dengan menghargai tipe kerohanian oran lain dan tidak memaksakan harus sama dengan kita.

1.6.09

KEMURAHAN HATI

Orang Yang Murah Hati

Pendahuluan.
Baca Lukas 10: 25- 37 !

Hari ini kita akan melihat sebuah perumpamaan, mengenai ‘orang (Samaria) yang murah hati,’ atau the parable of the unexpected neighbor. Dalam perumpamaan ini terdapat ‘the element of surprise’, karena jawaban Tuhan Yesus terhadap pertanyaan ahli Taurat tersebut, tidak seperti yang di harapkannya.

Ada beberapa perumpamaan yang diceriterakan oleh Tuhan Yesus terdapat the ‘element of surprise’:
Perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15)
Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur (Matius 19)
Perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai (Lukas 18)

Point utama dari perumpamaan ini terdapat pada ayat 29, ‘Tetapi untuk membenarkan dirinya ahli Taurat itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?” ‘
Bertolak dari pertanyaan ini timbullah tanya- jawab diantara seorang ahli Taurat dan Yesus.

“Tetapi untuk membenarkan dirinya ahli Taurat itu berkata kepada Yesus…..”.
Ahli Taurat ini mencoba untuk membenarkan dirinya atau dengan kata lain, ia mencoba untuk menutupi rasa malunya dihadapan semua orang, karena Yesus telah memberikan jawaban yang sangat sederhana untuk menjawab pertanyaannya tersebut.
Sebagai seorang ahli Taurat, sudah seharusnya ia tahu jawaban dari pertanyaannya itu. Oleh karena ia merasa malu dan tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Yesus, maka ia bertanya, “Dan siapakah sesamaku manusia”?

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengatakan sbb. “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Akulah Tuhan” (Imamat 19: 18).

Lalu Yesus memberikan jawaban melalui sebuah ilustrasi/ perumpamaan.
Baca Lukas 30-35!

Ada seorang melakukan suatu perjalanan dari Yerusalem ke Yerikho. Jarak dari Yerusalem ke Yerikho 17-miles. Perjalanan dari Yerusalem ke Yerikho dikenal sebagai The Way of Blood, karena dalam perjalanan tersebut sering terjadi perampokan dan pada umumnya si korban ditinggalkan dalam keadaan luka-luka parah.

Dalam kejadian ini, Yesus mengatakan, orang yang jatuh ketangan penyamun ini bertemu dengan tiga tipe orang:

1) Perampok
Tipe orang yang mempunyai motto, “Yours is mine.” Orang yang melakukan perjalanan ini bukan saja di rampok melainkan juga dipukul hingga luka parah.

2) Imam dan orang Lewi
Tipe orang yang mempunyai motto, “Yours is yours, mine is mine.”
Para Imam dan orang Lewi itu melayani di Bait Allah, di Yerusalem. Pada biasaan, sewaktu mereka diluar tugas (day off), mereka pergi ke luar kota. Ketika mereka melalui jalan yang sama dan melihat orang yang jatuh ketangan penyamun tersebut dalam keadaan luka parah, mereka melewati seberang jalan (tidak memperdulikan sama sekali). Tentunya dua alasan kenapa Imam dan orang Lewi tersebut melakukan hal ini, yakni:

a) Mereka takut kalau mereka pun akan di rampok. Karena pada umumnya, perampok-perampok tersebut bersembunyi di sekitar tempat kejadian.

b) Mereka takut kalau tercemar. Menurut hukum Taurat, para Imam dan orang Lewi tidak boleh menyentuh orang mati.

3) Orang Samaria
Tipe orang yang mempunyai motto,”Mine is yours.”

Untuk seorang Samaria menolong orang Yahudi, itu hal yang sangat extra-ordinary/tidak umum.

Ada tiga resiko yang diambil orang Samaria tersebut:

a)  Bisa saja orang Samaria tersebut dituduh sebagai pelakunya.
Orang Yahudi sama sekali tidak bergaul dengan Samaria. Orang Yahudi sangat meremehkan orang Samaria. Mereka mempunyai prasangka yang buruk dan rasis terhadap orang Samaria. Seperti orang Palestina dengan orang Israel di Timur Tengah, suku Tamil dengan Singhale (penduduk asli Sri Langka) di Sri Langka. 

b) Orang Samaria tersebut dapat mengalami hal yang sama seperti orang yang jatuh ketangan penyamun itu.

c) Orang Samaria tersebut harus mengeluarkan biaya untuk merawat orang yang jatuh ketangan penyamun itu.

Jadi, bagi orang Samaria tersebut untuk menolong orang yang jatuh ketangan penyamun itu merupakan resiko yang cukup besar!

Lalu diakhir ilustrasi ini,Yesus bertanya kembali kepada ahli Taurat ini :”Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ketangan penyamun itu?” . Nah, jawaban dari ahli Taurat ini, “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya”.
Jadi, apa point dari perumpamaan ini? Dan bagaimana aplikasinya?

Untuk kita dapat mengerti perumpamaan ini, maka kita harus kembali kepada pertanyaan ahli Taurat tersebut, “Dan siapakah sesamaku manusia?” (Who is my neighbor?). Bertolak dari Imamat 19: 18, si ahli Taurat berharap Tuhan Yesus memberi jawaban yang sepandang dengan dia, “Sesama orang-orang Yahudi!” Tetapi, kenyataannya adalah ‘orang Samaria.’

Suatu kali ketika terjadi rasis antara orang Chinese dan Melayu asli di Malaysia, banyak orang –orang Chinese yang tidak mendapatkan kesempatan untuk kuliah di beberapa top Universitas di Malaysia. Akhirnya, orang-orang Chinese menyekolahkan anak-anak mereka ke England. Dan setelah selesai kuliah di sana, mereka memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Malaysia, melainkan menetap di England.

Suatu kali, Michael Griffiths (Overseas Missionary Fellowship) di undang untuk berbicara di antara para sarjana Chinese- Malay. Dia mencoba untuk menjelaskan kepada mereka perumpamaan Yesus dalam Lukas 10 ini.
Suatu kali seorang Chinese businessman yang kaya –raya, dengan Mercedes-nya sedang dalam perjalanan dengan sopirnya menuju ke Subang Airport di Genting Highlands untuk bermain judi, seperti yang dilakukannya sebagai rutinitas.
Di tengah perjalanan tiba-tiba sekelompok Chinese gangs memberhentikan mobil mereka, lalu sopirnya ditembak, dan Chinese businessman ini ditarik keluar dari Mercedesnya, di pukulin sambil ditelanjangi. Gangs ini mengambil seluruh apa yang ada didalam mobil termasuk uang, jam tangan Rolex emas dan credit-cards dari Konglomerat tersebut. Gangs ini kemudian, mengempeskan ke -empat ban Mercedes, dan memecahkan seluruh kaca mobil lalu meninggalkan Konglomerat ini dalam keadaan telanjang dan luka parah.

Tidak lama kemudian, lewat sebuah mobil Mercedes yang kebetulan didalamnya seorang Chinese businessman bersama dengan sopirnya. Ketika Chinese businessman ini melihat kejadian tersebut, ia menyuruh sopirnya untuk berjalan pelan-pelan. Setiba ditempat kejadian tersebut, Chinese businessman ini melihat orang yang penuh darah dimukanya, memohon pertolongan. Lalu Chinese businessman ini memerintahkan sopirnya untuk segera pergi dari situ, takut kalau itu merupakan suatu jebakan.

Tidak lama kemudian, serombongan tourist dari Singapore melewati tempat kejadian tersebut. Ketika mereka melihat kejadian tersebut, mereka berpikir untuk melaporkan ke polisi setempat. Tetapi beberapa diantara mereka ada yang mengatakan supaya tidak mencampuri kejadian ini. Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Awana Country Club untuk bermain golf.

Menjelang hari gelap, seorang tukang sate yang sedang dalam perjalanan kembali kerumahnya dengan sepedanya, melewati tepat kejadian tersebut. Lalu si tukang sate ini berhenti dan mendudukkan Komlomerat yang setengah mati tersebut di sepedanya, dan mendorong sepedanya dari samping, kemudian membawa kerumah temannya yang kebetulan tidak jauh dari tempat kejadian tersebut. Setelah sampai di rumah temannya, mereka berusaha membersihkan luka-luka dan membalutnya serta memberikan makanan dan minuman. Malam itu, Komlomerat tersebut menginap dirumah teman dari tukang sate ini.

Sekarang pertanyaan kita dalam kejadian dengan Chinese Konglomerat ini, ‘who was a neighbor to the Chinese businessman?’ Apakah Chinese businessman yang kedua? Tidak! Apakah serombongan tourists dari Singapore? Tidak! Apakah si tukang sate? Ya!. Bye the way, tukang sate ini seorang Malay.

Sebenarnya pertanyaan ahli Taurat ini salah! Karena atas dasar jawaban yang Tuhan Yesus berikan, pertanyaannya seharusnya bukan, “Siapakah sesamaku manusia” ,Who is my neighbor?”, melainkan, “To whom can I be a neighbor to?” (Kepada siapa saya menjadi sesama?).

Perbedaan dari kedua pertanyaan, sbb.

Who is my neighbor (siapakah sesamaku manusia?), kalimat ini mengandung unsur pilihan, artinya kita dapat memilih siapa yang menjadi sesama manusia bagi kita. Demikian dalam hal pasangan, who is my future partner? Kita dalam posisi memilih.

To whom can I be a neighbor to (kepada siapa saya menjadi sesama?) kalimat ini tidak mengandung unsur pilihan, artinya kita dalam posisi tidak dapat memilih siapa yang menjadi sesama manusia bagi kita.

Sesamaku manusia (who is a neighbor) bukanlah seseorang yang membutuhkan pertolongan. Tetapi sesamaku manusia adalah orang yang dalam posisi menolong orang yang sedang dalam kebutuhan. Jadi, bukan orang yang telah jatuh ketangan penyamun, tetapi orang yang telah memberi pertolongan, yaitu orang Samaria.

Dengan kata lain, point dari perumpamaan ini sebenarnya, kita tidak berpikir bahwa orang lain merupakan sesamaku manusia (we not think of others as neighbors), melainkan, kita harus berpikir mulai dari diri kita sebagai sesama manusia terhadap orang lain (we should first think of ourselves as neighbors to them).

Jadi, Tuhan Yesus membuat points yang jelas dalam perumpamaan ini:
Jangan mencari sesama yang baik atau yang tepat untuk dikasihi, melainkan, menjadi sesama bagi semua orang yang membutuhkan (It is not looking for the right neighbor to love, but being the right neighbor to anyone in need). Sesamaku manusia (who is a neighbor) bukanlah seseorang yang membutuhkan pertolongan. Tetapi sesamaku manusia adalah orang yang dalam posisi menolong semua orang yang membutuhkan.

Kita tidak berpikir bahwa orang lain merupakan sesamaku manusia (we not think of others as neighbors), melainkan, kita harus berpikir mulai dari diri kita sebagai sesama manusia terhadap orang lain (we should first think of ourselves as neighbors to them).

Contoh:
Pada abad ke 19, ketika penginjil besar Amerika, D.L. Moody dalam perjalanannya ke England, tiba-tiba terjadi kebakaran dari sebuah kamar dalam kapal mereka. Lalu assiociate-nya berkata kepada D.L. Moody, “Apakah kita harus memberi alasan dan dan kemudian kita pergi untuk berdoa kesuatu tempat?” “Tidak!” Jawab D.L. Moody. Ia lanjutkan, “Kita harus membawa air di dalam sebuah ember dan pada waktu yang sama kita berdoa.”


KONKLUSI :
Apa yang kita pelajari dari perumpamaan ini?

I. Mengasihi sesama berarti memberi pertolongan kepada mereka yang membutuhkannya pada waktu itu

Gampang untuk mengasihi orang yang baik, dan orang yang satu marga, atau orang dalam satu suku. Tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak sebangsa atau rasis terhadap kita ?

Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dengan perselisihan pandangan atau kesalahan paham.


II. Mengasihi sesama berarti berani mengambil resiko

Gampang untuk mengasihi atau menolong orang yang tahu diri, tetapi bagaimana yang tidak tahu diri? Dalam pelayanan kita dapat melihat beberapa tipe manusia:

Bagaimana kita dapat menolong orang yang membutuhkan pertolongan tetapi orang tersebut tidak mengakui hal itu (orang yang sombong)

Bagaimana kita dapat menolong orang yang selalu mengambil keuntungan atau menyalah gunakan bantuan kita (who abuses your help)

Bagaimana kita dapat menolong orang yang pernah mencelakakan, meremehkan, atau menfitnah kita?

Bagaimana kita dapat menolong orang yang selalu demanding dengan kita?
Tentu kita membutuhkan pengalaman dalam hal ini.


III. Mengasihi sesama berarti melihat Yesus dalam kebutuhan orang lain

Suatu kali hiduplah seseorang yang mempunyai suatu kerinduan yang sangat untuk bertemu dengan Tuhan Yesus. Suatu malam, Tuhan Yesus datang di dalam mimpinya, dan dalam mimpi tersebut Tuhan Yesus berkata, “Aku akan datang kerumahmu besok hari.”

Ketika orang ini bangun pagi- pagi, maka dengan penuh semangat, ia membersihkan rumahnya dan setelah itu ia mandi, lalu ia mengenakan pakaian yang rapih, dan duduk di kursi ruang tamu sambil menunggu kedatangan Tuhan Yesus.

Tiba-tiba pintu diketok, dan dengan hati yang berdebar-debar ia berjalan menuju pintu dan membukanya. Setelah ia membuka pintu tersebut, ia menjadi kaget karena seorang peminta-minta yang berdiri di depan pintu sambil memohon sedekah kepadanya. Lalu ia mengusir peminta-minta tersebut sambil berkata kepadanya, “Aku sedang menantikan kedatangan orang yang terpenting saat ini.”

Ketika menjelang siang hari, tiba-tiba ia mendengar pintu diketok, dan dengan hati yang berdebar- debar serta dengan senyum yang lebar, ia membuka pintu. Kali ini di depan pintu berdiri seorang wanita yang penuh dengan luka-luka di mukanya. Wanita ini memohon pertolongannya, karena ia barusan berkelahi dengan suaminya, dimana suaminya memukulnya. Lalu ia mengusir wanita tersebut sambil berkata kepadanya, “Aku sedang menantikan kedatangan orang yang terpenting saat ini.”

Menjelang sore hari, ketika orang ini mulai tertidur dikursinya, tiba-tiba ia kaget dan terbangun ketika mendengar pintu diketok. Lalu ia berkata dalam hatinya, Kali ini pasti Tuhan Yesus. Dengan hati yang penuh keyakinan dan senyum yang lebar, ia membuka pintu. Kali ini di depan pintu berdiri seorang anak kecil yang sedang membawa kue dan menawarkan untuk membeli kue buatan orang tuanya. “Oom tolong beli kue buatan ibu saya karena kami sedang membutuhkan uang untuk membayar sewa rumah.” Lalu ia mengusir anak kecil tersebut sambil berkata kepadanya, “Aku sedang menantikan kedatangan orang yang terpenting saat ini.”

Akhirnya, orang ini menjadi jengkel karena tamu yang terpenting yang telah ditunggu-tunggunya tidak datang berkunjung kerumahnya. Malam itu, Tuhan Yesus datang kembali ke dalam mimpinya. Lalu orang ini bertanya kepada Tuhan Yesus, “Kenapa Engkau tidak menetapi janjiMu untuk datang berkunjung ke rumahku?”
Lalu Tuhan Yesus menjawab, “Aku telah datang tiga kali, tetapi engkau telah menolaknya.”

Matius, 25: 40, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Kadangkala kita terlalu rohani, sehingga tidak memperhatikan kebutuhan yang lain disekitar kita. Dalam tulisan Jim Wallis, ‘Faith that works’, ia mengatakan, “Pertumbuhan rohani dan iman seseorang itu selalu disertai dalam tindakan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan kita.”